Gorontalopost, SUWAWA – Kegiatan reses Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Dapil II Bone Bolango, Yeyen Sidiki, diwarnai dengan antusiasme warga Desa Lombongo, Kecamatan Suwawa, Senin (27/10/2025).
Dalam dialog yang berlangsung hangat itu, masyarakat tidak hanya menyampaikan ucapan terima kasih atas perjuangan wakil rakyat mereka, tetapi juga mengungkap berbagai persoalan yang masih menjadi keluhan bersama.
Menurut politisi Partai Golkar tersebut, warga memberikan apresiasi terhadap langkah DPRD dalam memperjuangkan pembangunan akses jalan menuju Pinogu yang selama ini sulit dilalui.
Namun di balik apresiasi itu, muncul pula sejumlah aspirasi penting seperti kebutuhan rumah layak huni.
Serta perbaikan jalan penghubung antara Alale dan Lombongo yang kerap terendam banjir ketika musim hujan tiba.
“Warga sangat berharap dua hal itu bisa segera direalisasikan,” ujar Yeyen saat ditemui usai kegiatan.
Selain infrastruktur, Yeyen juga menyoroti aspirasi soal bantuan rumah bagi pasangan muda yang baru menikah.
Ia menyebut banyak warga sudah menyerahkan data dan bahkan telah disurvei oleh instansi terkait, namun realisasinya belum terlihat.
“Kami akan telusuri apa yang menjadi kendalanya, karena usulan ini sudah cukup lama diajukan,” tegas legislator tiga periode itu.
Tak berhenti di situ, keluhan lain yang mencuat berasal dari kondisi jalan desa yang rusak akibat aktivitas kendaraan perusahaan di sekitar wilayah tersebut.
Warga berharap pihak perusahaan dapat membantu perbaikan melalui dana tanggung jawab sosial (CSR).
Baca Juga: DPRD Gorontalo Tinjau Pengerukan Sungai Bihe, 250 Ton Panen Hilang Jadi Pemicu Aksi Cepat Komisi III
Menanggapi hal itu, Yeyen memastikan akan segera berkoordinasi dengan Komisi I DPRD dan melakukan mediasi langsung bersama pihak perusahaan.
Dalam kesempatan yang sama, Yeyen juga menerima laporan dari perangkat desa terkait pergantian pejabat kepala desa yang sudah terjadi hingga tujuh kali.
Ia berjanji akan memantau dan menindaklanjuti persoalan tersebut secara menyeluruh.
“Kami ingin memastikan agar seluruh permasalahan di tingkat desa mendapat solusi, tidak hanya dicatat sebagai aspirasi semata,” tutupnya.(Mg-02).
Editor : Azis Manansang