Bone Bolango Rancang Kawasan Perdesaan untuk Dongkrak Ekonomi dan Tekan Kemiskinan

Azis Manansang • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 19:19 WIB

 

Kunjungan kerja Asisten II Bidang Ekonomi, Pembangunan dan SDA Bone Bolango, Yusbar Ismail, bersama Kepala Bappeda Litbang Bone Bolango, Sri Mulyani Lalijo, di  Kemendes.(F.Istimewa)
Kunjungan kerja Asisten II Bidang Ekonomi, Pembangunan dan SDA Bone Bolango, Yusbar Ismail, bersama Kepala Bappeda Litbang Bone Bolango, Sri Mulyani Lalijo, di Kemendes.(F.Istimewa)

 
Gorontalopost, JAKARTA – Desa-desa di Bone Bolango didorong untuk tidak lagi 
berkembang dengan kekuatan masing-masing. 

Pemerintah Kabupaten Bone Bolango tengah menyiapkan konsep Kawasan Perdesaan  yang menghubungkan potensi sejumlah desa dalam satu strategi pembangunan terpadu.

Konsep tersebut diharapkan menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi sekaligus 
memperkuat upaya pemerintah daerah menekan angka kemiskinan. 

Untuk mematangkan rencana itu, jajaran Pemkab Bone Bolango melakukan kunjungan  kerja ke Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik  Indonesia, Rabu (12/8/2026).

Baca Juga: Maut di Tambang Emas Pohuwato, Tebing Runtuh, 5 Penambang Tewas dan 1 Luka- luka

Rombongan dipimpin Asisten II Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Sumber Daya Alam  Setda Bone Bolango, Yusbar Ismail, didampingi Kepala Bappeda Litbang Bone Bolango,  Sri Mulyani Lalijo, serta jajaran terkait.

Yusbar menjelaskan, konsep Kawasan Perdesaan akan memberi ruang bagi pemerintah  untuk menggabungkan kekuatan ekonomi antar desa. 

Dengan begitu, potensi yang selama ini tersebar dapat dikelola dalam satu perencanaan  dan menghasilkan nilai ekonomi yang lebih besar.

“Kita ingin pembangunan desa tidak berjalan sendiri-sendiri. Potensi yang dimiliki 
masing-masing desa harus bisa dikembangkan secara terintegrasi sehingga memberikan  dampak ekonomi yang lebih besar kepada masyarakat,” ujar Yusbar.

Sektor pertanian, perkebunan, perikanan, UMKM dan sumber daya alam menjadi bagian  dari potensi yang dapat dikembangkan. 

Pemerintah tidak ingin pembangunan hanya berakhir pada penyediaan sarana fisik, tetapi  juga memastikan infrastruktur mampu menunjang kegiatan ekonomi dan meningkatkan  kapasitas masyarakat.

Baca Juga: Bantuan Baznas Boalemo Disalurkan ke Mustahik, Rum Pagau Soroti Kecepatan Respons Saat Warga Butuh Bantuan

“Kita ingin ada kawasan-kawasan yang tumbuh dari desa, dengan potensi lokal sebagai  kekuatannya. 

Ketika potensi itu dikelola bersama dan didukung dengan perencanaan yang tepat, maka  peluang meningkatkan pendapatan masyarakat juga semakin besar,” jelasnya.

Konsep tersebut sekaligus diarahkan untuk menciptakan aktivitas ekonomi yang 
berkelanjutan. 

Ketika pusat-pusat ekonomi baru tumbuh di kawasan perdesaan, peluang kerja bagi 
masyarakat diharapkan ikut terbuka sehingga berdampak terhadap penurunan kemiskinan.

Sri Mulyani Lalijo menambahkan, keberhasilan konsep tersebut sangat bergantung pada  kualitas perencanaan. 

Pemetaan potensi dan persoalan desa harus dilakukan secara menyeluruh agar program yang nantinya dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan kawasan.

“Kawasan Perdesaan ini kita dorong sebagai pendekatan pembangunan yang lebih 
terintegrasi. 

Kita tidak hanya melihat apa yang bisa dibangun, tetapi juga bagaimana potensi antar desa  dapat dikoneksikan dan menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat,” ujar Sri Mulyani.

Menurutnya, Bappeda Litbang akan memastikan pengembangan kawasan masuk dalam  arah perencanaan pembangunan daerah. 

Dengan pemetaan dalam satu kawasan, pemerintah dapat menentukan intervensi secara  lebih tepat sasaran berdasarkan potensi dan kebutuhan yang ada.

Baca Juga: Tangis Pecah di Rumah Duka Udin Kuku, Ratusan ASN Bone Bolango Antar Sang Kepala Dinas ke Peristirahatan Terakhir

“Yang paling penting adalah bagaimana kita memastikan perencanaan ini punya arah yang  jelas, indikator yang terukur dan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan  kesejahteraan masyarakat. 

Karena tujuan akhirnya adalah bagaimana desa menjadi lebih produktif dan masyarakat  semakin berdaya,” jelasnya.

Pertemuan dengan Kementerian Desa menjadi pintu masuk untuk menyelaraskan rencana  daerah dengan kebijakan pemerintah pusat. 

Tahapan selanjutnya diarahkan pada penyusunan konsep kawasan, pemetaan potensi desa  serta menentukan program prioritas yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan.

“Pemerintah Kabupaten Bone Bolango berharap komunikasi dan konsultasi tersebut dapat  berlanjut pada tahapan yang lebih konkret, 

termasuk penyusunan konsep kawasan, pemetaan potensi desa, hingga penentuan program  prioritas yang dapat dikembangkan,” pungkasnya. (Mg-05).

Editor : Azis Manansang
Bappeda Gorontalo Pengentasan Kemiskinan Bone Bolango pembangunan desa Ekonomi desa berkelanjutan