Sampah hingga Akses Desa Jadi Perhatian, Bone Bolango Buru Solusi Inovatif Bersama BRIN

Azis Manansang • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 23:38 WIB

 

Asisten II Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Sumber Daya Alam Setda Bone Bolango Yusbar Ismail bersama Kepala Bappeda Litbang Bone Bolango Sri Mulyani Lalijo dan jajaran mendatangi Kantor BRIN di Jakarta.(F:istimewa)
Asisten II Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Sumber Daya Alam Setda Bone Bolango Yusbar Ismail bersama Kepala Bappeda Litbang Bone Bolango Sri Mulyani Lalijo dan jajaran mendatangi Kantor BRIN di Jakarta.(F:istimewa)

Gorontalopost, JAKARTA – Persoalan sampah dan keterbatasan konektivitas antar desa tak lagi ingin ditangani Bone Bolango dengan cara biasa.

Pemerintah Kabupaten Bone Bolango kini membuka jalan kolaborasi dengan BRIN untuk mencari solusi yang lebih adaptif melalui riset dan teknologi.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi Pemkab Bone Bolango agar pembangunan daerah semakin berbasis data, inovasi dan kebutuhan nyata masyarakat.

Salah satu fokusnya adalah menemukan model pengolahan sampah yang dapat memberikan manfaat lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi.

Asisten II Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Sumber Daya Alam Setda Bone Bolango Yusbar Ismail

bersama Kepala Bappeda Litbang Bone Bolango Sri Mulyani Lalijo dan jajaran mendatangi Kantor BRIN di Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Baca Juga: Lencana Darma Bakti Pramuka Disematkan ke Wabup Gorontalo Tonny S. Junus, Ini Pesannya

Kedatangan mereka diterima Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Riset dan Inovasi Daerah BRIN.

Pertemuan itu membahas peluang pemanfaatan riset dan teknologi untuk menjawab persoalan pembangunan yang dihadapi Bone Bolango.

Yusbar mengatakan, kolaborasi tersebut dibutuhkan agar kebijakan pembangunan tidak semata-mata mengandalkan pola lama.

“Kita ingin persoalan yang ada di daerah dijawab dengan solusi yang tepat dan sesuai karakteristik Bone Bolango.

Karena itu, kita datang ke BRIN untuk melihat bagaimana riset dan inovasi bisa kita manfaatkan secara konkret untuk kepentingan masyarakat,” ujar Yusbar.

Baca Juga: Reda Manthovani Sambangi Pantai Bolihutuo, Bupati Boalemo Sambut dengan Penuh Kehormatan

Dalam pengelolaan sampah, Pemkab Bone Bolango melihat peluang yang lebih besar dari sekadar menjaga kebersihan.

Dengan teknologi yang tepat, sampah diharapkan dapat dikurangi sekaligus diolah menjadi sumber nilai ekonomi.

“Sampah harus kita lihat bukan hanya sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga sebagai peluang untuk menghadirkan inovasi dan nilai ekonomi.

Kita ingin ada teknologi dan model pengolahan yang bisa diterapkan sesuai kondisi daerah,” jelasnya.

Agenda lainnya adalah memperkuat hubungan antar desa. Yusbar menilai konektivitas menjadi faktor penting

karena menyangkut pergerakan warga, barang, pelayanan pemerintah serta potensi ekonomi yang tersebar di berbagai wilayah.

“Konektivitas antar desa sangat menentukan bagaimana masyarakat bisa mengakses pelayanan dan bagaimana potensi ekonomi daerah dapat bergerak.

Karena itu, kita ingin melihat pendekatan berbasis riset dan inovasi yang bisa mendukung konektivitas tersebut,” katanya.

Sri Mulyani Lalijo menegaskan bahwa hasil kolaborasi dengan BRIN nantinya harus masuk ke dalam perencanaan pembangunan daerah.

Dengan demikian, inovasi yang dihasilkan tidak hanya menjadi dokumen kajian, tetapi dapat diterapkan secara nyata.

Baca Juga: Buka Akses Pinogu, Pemkab Bone Bolango Genjot Jalan Tulabolo–Pinogu Lewat Pemerintah Pusat

“Kami ingin memastikan bahwa inovasi yang dikembangkan benar-benar menjawab kebutuhan daerah. Bappeda Litbang akan menjadi bagian penting

dalam mengintegrasikan hasil riset dan inovasi tersebut ke dalam perencanaan pembangunan Bone Bolango,” ujar Sri Mulyani.

Menurutnya, penanganan sampah dan konektivitas memiliki keterkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat.

Perbaikan pada kedua sektor tersebut diyakini dapat memberikan efek berantai terhadap lingkungan, pelayanan publik dan aktivitas ekonomi.

“Kalau persoalan sampah bisa kita kelola dengan teknologi yang tepat, dampaknya bukan hanya terhadap kebersihan, tetapi juga lingkungan dan ekonomi.

Begitu pula dengan konektivitas, ketika akses semakin baik, maka aktivitas masyarakat dan potensi ekonomi akan semakin mudah berkembang,” jelasnya.

BRIN menyambut positif langkah Pemkab Bone Bolango tersebut. Lembaga tersebut menyatakan kesiapan memberikan pendampingan riset serta memfasilitasi transfer teknologi yang relevan dengan karakteristik dan kebutuhan daerah.

Dukungan tersebut menjadi peluang bagi Bone Bolango untuk mempercepat penerapan inovasi di lapangan.

Pemkab tidak ingin kerja sama berhenti pada pembahasan, tetapi diarahkan pada langkah konkret yang dapat dirasakan masyarakat.

Sebagai tindak lanjut, Pemkab Bone Bolango dan BRIN akan diarahkan menuju penyusunan nota kesepahaman sebagai dasar penguatan kolaborasi.

“Harapan kami, pertemuan ini tidak berhenti sebagai audiensi. Ada tindak lanjut konkret melalui nota kesepahaman,

sehingga riset, inovasi dan teknologi benar-benar bisa kita bawa ke Bone Bolango dan diterapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat,” tandasnya.(Mg-05)

Editor : Azis Manansang
sampah Bone Bolango konektivitas BRIN teknologi