Gorontalopost, SUWAWA — Ketua TP PKK Provinsi Gorontalo Nani Ismail Mokodongan mengingatkan kader PKK agar tidak menjadikan banyaknya kegiatan sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan organisasi.
Ia ingin setiap program yang dikerjakan memiliki bukti nyata, data yang kuat serta informasi yang dapat diketahui masyarakat.
Hal itu disampaikan Nani dalam Sosialisasi Hasil Rakernas X PKK Tahun 2025 yang
diikuti TP PKK Kabupaten, Kecamatan, Desa dan Kelurahan di Aula Bappeda Litbang
Bone Bolango, Rabu (26/8/2026).
Baca Juga: Welcome Dinner Kemah Bakti di Bongohulawa, Sofyan Puhi Duduk Melantai dengan 584 Peserta
Bagi Nani, kerja PKK harus meninggalkan dampak yang jelas bagi masyarakat. Sebuah kegiatan dinilai belum cukup apabila hanya terlaksana tanpa dokumentasi dan publikasi yang mampu menunjukkan manfaatnya.
Ia bahkan menemukan kondisi ketika kegiatan PKK telah dilaksanakan dengan baik,
lengkap dengan laporan dan dokumentasi, tetapi manfaat dan keberadaannya tidak
diketahui masyarakat luas karena kurangnya publikasi.
“Yang paling penting adalah ada kegiatan, ada dokumentasi dan ada publikasi. Ini harus semuanya ada,” tegas Nani.
Meski demikian, ia tidak ingin publikasi justru menggantikan kerja nyata.
Menurutnya, kegiatan yang benar-benar bermanfaat harus terlebih dahulu dilaksanakan, kemudian didukung dokumentasi dan publikasi yang baik.
Nani juga menyoroti pentingnya kesamaan pemahaman dalam menjalankan hasil Rakernas X PKK.
Ia meminta hasil rakernas tidak sekadar menjadi dokumen administratif, tetapi benar-benar dipahami dan diterapkan oleh seluruh tingkatan organisasi.
Baca Juga: Pesan Keras Lahmudin Hambali Usai Lantik Pj Kades Balate Jaya, Desa Bukan Tempat Cari Penghasilan
“Kita harus menyamakan pemahaman dan persepsi antara PKK Provinsi, Kabupaten,
Kecamatan sampai tingkat Dasawisma sehingga program kerja kita menjadi lebih efektif dan tepat sasaran,” ujarnya.
Menurut Nani, keberadaan kader di tingkat paling bawah merupakan kekuatan utama PKK. Kader kecamatan, desa, kelurahan
dan Dasawisma dapat melihat langsung kondisi keluarga serta berbagai persoalan sosial yang terjadi di lingkungan masyarakat.
Untuk memastikan program tidak salah sasaran, ia menekankan pentingnya pembenahan dan penguatan data PKK di tingkat desa.
“Penguatan data kelompok PKK desa, data-data ini harus akurat. Ini adalah kunci
keberhasilan program PKK kita,” katanya.
Penguatan tersebut juga mulai dilakukan TP PKK Bone Bolango. Ketua TP PKK Bone
Bolango Ruwaida Ismet Mile menyampaikan bahwa pembentukan kelompok Dasawisma berdasarkan SK Bupati Bone Bolango kini telah menjangkau 11 dari total 18 kecamatan.
“Ini merupakan ujung tombak PKK yang merupakan mitra kerja pemerintah di tengah masyarakat,” kata Ruwaida.
Dengan semakin kuatnya jaringan Dasawisma, PKK diharapkan mampu menjadi
penghubung yang lebih efektif antara pemerintah dan keluarga.
Informasi mengenai kondisi serta kebutuhan masyarakat dapat dihimpun dari tingkat bawah untuk kemudian menjadi dasar dalam menjalankan program yang lebih tepat sasaran.(Mg-05).
Editor : Azis Manansang