PKK Bone Bolango Diminta Jangan Hanya Banyak Kegiatan, Harus Ada Bukti dan Dampak

Azis Manansang • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:46 WIB

 

Sosialisasi Hasil Rakernas X PKK Tahun 2025 yang diikuti TP PKK Kabupaten, Kecamatan, Desa dan Kelurahan di Aula Bappeda Litbang Bone Bolango.(F:Diskominfo)
Sosialisasi Hasil Rakernas X PKK Tahun 2025 yang diikuti TP PKK Kabupaten, Kecamatan, Desa dan Kelurahan di Aula Bappeda Litbang Bone Bolango.(F:Diskominfo)

Gorontalopost, SUWAWA — Ketua TP PKK Provinsi Gorontalo Nani Ismail Mokodongan  mengingatkan kader PKK agar tidak menjadikan banyaknya kegiatan sebagai satu-satunya  ukuran keberhasilan organisasi. 

Ia ingin setiap program yang dikerjakan memiliki bukti nyata, data yang kuat serta informasi yang dapat diketahui masyarakat.

Hal itu disampaikan Nani dalam Sosialisasi Hasil Rakernas X PKK Tahun 2025 yang 
diikuti TP PKK Kabupaten, Kecamatan, Desa dan Kelurahan di Aula Bappeda Litbang 
Bone Bolango, Rabu (26/8/2026).

Baca Juga: Welcome Dinner Kemah Bakti di Bongohulawa, Sofyan Puhi Duduk Melantai dengan 584 Peserta

Bagi Nani, kerja PKK harus meninggalkan dampak yang jelas bagi masyarakat. Sebuah  kegiatan dinilai belum cukup apabila hanya terlaksana tanpa dokumentasi dan publikasi  yang mampu menunjukkan manfaatnya.

Ia bahkan menemukan kondisi ketika kegiatan PKK telah dilaksanakan dengan baik, 
lengkap dengan laporan dan dokumentasi, tetapi manfaat dan keberadaannya tidak 
diketahui masyarakat luas karena kurangnya publikasi.

“Yang paling penting adalah ada kegiatan, ada dokumentasi dan ada publikasi. Ini harus  semuanya ada,” tegas Nani.

Meski demikian, ia tidak ingin publikasi justru menggantikan kerja nyata.

Menurutnya,  kegiatan yang benar-benar bermanfaat harus terlebih dahulu dilaksanakan, kemudian  didukung dokumentasi dan publikasi yang baik.

Nani juga menyoroti pentingnya kesamaan pemahaman dalam menjalankan hasil Rakernas  X PKK.

Ia meminta hasil rakernas tidak sekadar menjadi dokumen administratif, tetapi  benar-benar dipahami dan diterapkan oleh seluruh tingkatan organisasi.

Baca Juga: Pesan Keras Lahmudin Hambali Usai Lantik Pj Kades Balate Jaya, Desa Bukan Tempat Cari Penghasilan

“Kita harus menyamakan pemahaman dan persepsi antara PKK Provinsi, Kabupaten, 
Kecamatan sampai tingkat Dasawisma sehingga program kerja kita menjadi lebih efektif  dan tepat sasaran,” ujarnya.

Menurut Nani, keberadaan kader di tingkat paling bawah merupakan kekuatan utama  PKK. Kader kecamatan, desa, kelurahan

dan Dasawisma dapat melihat langsung kondisi  keluarga serta berbagai persoalan sosial yang terjadi di lingkungan masyarakat.

Untuk memastikan program tidak salah sasaran, ia menekankan pentingnya pembenahan  dan penguatan data PKK di tingkat desa.

“Penguatan data kelompok PKK desa, data-data ini harus akurat. Ini adalah kunci 
keberhasilan program PKK kita,” katanya.

Penguatan tersebut juga mulai dilakukan TP PKK Bone Bolango. Ketua TP PKK Bone 
Bolango Ruwaida Ismet Mile menyampaikan bahwa pembentukan kelompok Dasawisma berdasarkan SK Bupati Bone Bolango kini telah menjangkau 11 dari total 18 kecamatan.

“Ini merupakan ujung tombak PKK yang merupakan mitra kerja pemerintah di tengah  masyarakat,” kata Ruwaida.

Dengan semakin kuatnya jaringan Dasawisma, PKK diharapkan mampu menjadi 
penghubung yang lebih efektif antara pemerintah dan keluarga. 

Informasi mengenai  kondisi serta kebutuhan masyarakat dapat dihimpun dari tingkat bawah untuk kemudian menjadi dasar dalam menjalankan program yang lebih tepat sasaran.(Mg-05).

Editor : Azis Manansang
PKK PEMKAB BONEBOL PKK Provinsi Gorontalo Ismet Mile PKK GORONTALO