Gorontalopost, SUWAWA— Di tengah semakin masifnya layanan administrasi kependudukan berbasis digital,
keamanan data masyarakat menjadi perhatian penting. Hal itu pula yang tengah diperkuat Dinas Dukcapil Bone Bolango melalui audit surveillance ISO/IEC 27001.
Baca Juga: UAS Dijadwalkan Hadir di Boalemo 18 Oktober, Lahmudin Ajak Warga Sambut dengan Suka Cita
Bone Bolango termasuk dalam 23 kabupaten/kota di tujuh provinsi yang menjalani
surveillance ISO/IEC 27001 secara nasional.
Audit tersebut berlangsung di Kantor Dinas Dukcapil Bone Bolango, Selasa (6/10/2026).
Pelaksanaan audit melibatkan Tim Audit PT TSI (Tim Sertifikasi Internasional) dan Tim PIAK Dukcapil Kementerian Dalam Negeri.
Tim diterima Kepala Dinas Dukcapil Bone Bolango Oktavianus SW. Rahman bersama jajaran, termasuk Sekretaris Dinas Budiyanto Sahabu, Kepala Bidang PIAK Dudiyanto Pakaya, serta tim Dinas Sosial dan Dukcapil Provinsi Gorontalo.
Auditor eksternal TSI Rakean Bagus bersama M. Riki Darmayuda dari Tim SDMTIK
Ditjen Dukcapil
kemudian melakukan pemeriksaan terhadap penerapan sistem keamanan informasi di lingkungan Dukcapil Bone Bolango.
Pemeriksaan mencakup sejumlah komponen penting, mulai dari kebijakan dan prosedur keamanan informasi, pengelolaan risiko,
keamanan teknologi informasi, hingga kontrol keamanan dalam pengelolaan data kependudukan.
Bagi Oktavianus, surveillance tersebut bukan sekadar pemeriksaan untuk melihat
kepatuhan terhadap standar. Proses itu juga menjadi kesempatan bagi pihaknya
untuk mengetahui sejauh mana sistem keamanan informasi telah diterapkan secara konsisten.
Baca Juga: Pramuka Kabupaten Gorontalo Masuk Era Digital, E-Diklat KMD Terintegrasi ke Kwarnas
“Melalui surveillance ini kami bisa mengevaluasi kembali penerapan sistem yang sudah berjalan.
Catatan dari auditor juga penting untuk mengetahui bagian mana yang masih
membutuhkan penguatan,” ujar Oktavianus.
Ia menilai transformasi digital dalam pelayanan administrasi kependudukan harus
dibarengi dengan tanggung jawab besar terhadap keamanan informasi.
Sebab, semakin banyak layanan digital digunakan, semakin penting pula sistem perlindungan data diperkuat.
“Layanan digital memang harus dibuat semakin mudah, tetapi keamanan informasi tetap menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan.
Risiko harus dikelola dan data masyarakat harus mendapat perlindungan yang bertanggung jawab,” katanya.
Oktavianus memastikan hasil surveillance akan ditindaklanjuti oleh Dukcapil Bone
Bolango.
Rekomendasi maupun temuan dalam audit akan menjadi bahan untuk meningkatkan penerapan Sistem Manajemen Keamanan Informasi secara berkelanjutan.
Baca Juga: Dari Bageya Pisang hingga Kopi Pinogu, Ruwaida Dorong UMKM Bone Bolango Siap Tembus Pasar Lebih Lu
Ia menambahkan, keterlibatan Bone Bolango dalam surveillance bersama 22 daerah
lainnya menjadi bagian dari upaya menjaga standar pengelolaan informasi.
Langkah tersebut dinilai semakin penting seiring meningkatnya pemanfaatan layanan administrasi kependudukan berbasis digital.(Mg-05).
Editor : Azis Manansang