Gorontalopost, BULANGO – Ketersediaan beras dan gejolak harga pangan menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Bone Bolango.
Untuk memperkuat pasokan dari dalam daerah, pemerintah mulai mendorong penerapan sistem pertanian modern
melalui Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS), dengan target produksi padi meningkat dari enam ton menjadi 10 ton.
Baca Juga: Bukan Sekadar Seremoni, Pengurus PKK Tibawa-Pulubala Dituntut Perkuat Posyandu dan Literasi Anak
Program tersebut mulai digerakkan melalui penanaman padi serentak di Desa Ayula Timur, Kecamatan Bulango Selatan, Minggu (11/10/2026).
Bupati Bone Bolango Ismet Mile diwakili Asisten III Setda sekaligus Plt. Kepala Dinas Kominfo Bone Bolango, Budi Wantogia, untuk membuka kegiatan tersebut.
Sejumlah unsur pemerintah dan masyarakat pertanian turut hadir, termasuk Anggota Komisi III DPRD Bone Bolango Hendra Suleman,
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Kasat Bimas, camat, penyuluh pertanian, serta Kelompok Tani Suka Maju.
Dalam sambutan tertulis Bupati yang dibacakan Budi, pemerintah daerah menekankan pentingnya memperkuat ketahanan pangan di tengah tantangan yang semakin kompleks.
Perubahan iklim, ketidakpastian cuaca, dan gejolak ekonomi dunia dapat memengaruhi kelancaran pasokan pangan.
Karena itu, peningkatan produksi lokal dinilai penting agar daerah memiliki kemampuan lebih kuat dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
Penerapan PM-AAS menjadi salah satu strategi untuk mendorong perubahan cara bertani. Petani diharapkan tidak hanya mengandalkan metode konvensional,
Baca Juga: Video Permintaan Maaf Diduga Diunggah ke Facebook, ASN Bone Bolango Tempuh Jalur Hukum
tetapi mulai memanfaatkan teknologi dan pendekatan modern untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta kualitas hasil panen.
Dengan dukungan penyuluh dan pengelolaan budidaya yang tepat, target peningkatan produksi dari enam ton menjadi 10 ton diharapkan dapat dicapai.
Perhatian pemerintah juga tertuju pada perkembangan harga beras premium.
Budi menyebut Bone Bolango sempat mencatat kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) untuk komoditas tersebut dalam beberapa bulan terakhir.
Kenaikan harga berpotensi memengaruhi kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan pokok.
Oleh sebab itu, penguatan produksi beras dari petani lokal diharapkan dapat menambah ketersediaan pasokan dan membantu mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar daerah.
Pemerintah daerah menilai keberhasilan program ini membutuhkan kerja bersama, bukan hanya pelaksanaan gerakan tanam serentak.
Penerapan teknologi harus disertai pendampingan penyuluh, pengelolaan budidaya yang optimal,
serta dukungan terhadap pengembangan hasil pertanian agar memberikan nilai tambah bagi petani.
Pemerintah Kabupaten Bone Bolango turut memberikan apresiasi kepada Kelompok Tani Suka Maju dan para penyuluh yang telah menginisiasi kegiatan tersebut.
Melalui PM-AAS, gerakan di Ayula Timur diharapkan menjadi langkah berkelanjutan untuk meningkatkan produksi padi,
memperkuat ketahanan pangan, membantu menjaga stabilitas harga, dan meningkatkan kesejahteraan petani.(Mg-05).
Editor : Azis Manansang