Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Cap Go Meh di Gorontalo, Jejak Sejarah, Tradisi, dan Warisan Budaya

Azis Manansang • Kamis, 13 Februari 2025 | 23:27 WIB

 

Suasana meriah perayaan Cap Go Meh di Gorontalo.(F:ist)
Suasana meriah perayaan Cap Go Meh di Gorontalo.(F:ist)

Gorontalopost, GORONTALO - Gorontalo, yang dikenal sebagai tanah serambi Madinah.

Menyimpan jejak sejarah panjang keberadaan komunitas Tionghoa yang turut membentuk dinamika sosial dan ekonomi daerah ini.

Perayaan Cap Go Meh, yang telah menjadi bagian dari tradisi tahunan, bukan hanya sekadar penutup Imlek.

Akan tetapi juga representasi akulturasi budaya yang memperkaya khasanah keberagaman di Gorontalo.

Baca Juga: Semarak Cap Go Meh 2025 di Gorontalo, Perayaan yang Mempererat Toleransi /

Dari sejarah panjang yang dimulai sejak kedatangan Liem Peng Boen pada tahun 1883.

Komunitas Tionghoa di Gorontalo telah memainkan peran penting dalam dunia perdagangan dan perkembangan kota.

Puncak perayaan Cap Go Meh tidak hanya menjadi ajang ritual keagamaan, tetapi juga pesta rakyat yang dinikmati oleh berbagai kalangan.

Pada era 70-an, pertunjukan Barongsai dan Tae Pe Kong menjadi daya tarik utama yang mengundang perhatian warga dari berbagai daerah seperti Suwawa, Kabila, dan Telaga.

Baca Juga: Perbaikan Ekonomi, Warga Desa Tolomato Sampaikan Permintaan Bantuan Kambing kepada Aleg Deprov

Hingga kini, nuansa magis perayaan ini tetap terjaga, menghadirkan semangat kebersamaan.

Dan penghormatan terhadap warisan budaya yang telah berakar kuat di tanah Gorontalo (Mg-02).

Editor : Azis Manansang
#Cap Go Meh 2025 #Gorontalo #tradisi #budaya #sejarah tionghoa ntt