Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Suzuki Sindir Perang Harga di Industri Otomotif, Penurunan Harga 10 Persen Dinilai Tak Wajar

Azis Manansang • Minggu, 12 Oktober 2025 | 00:16 WIB

 

Deputy Managing   Director 4W PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Donny Saputra  bersama  Ketua Pokja Jurnalis Otomotif Promedia sekaligus moderator, Hadi Suprapto.(F:PM)
Deputy Managing Director 4W PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Donny Saputra bersama Ketua Pokja Jurnalis Otomotif Promedia sekaligus moderator, Hadi Suprapto.(F:PM)

Gorontalopost, JAKARTA — Persaingan sengit di industri otomotif nasional kembali jadi sorotan. Dalam forum daring bersama Jaringan Pemred Promedia (JPP).

Deputy Managing Director 4W PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Donny Saputra, mengulas strategi pasar Suzuki di tengah fenomena “perang harga” yang kian memanas di Tanah Air.

Baca Juga: Heboh di Bone Bolango Isu Rekaman Viral Sebut Anak Pejabat Terima Fee Proyek Pustu Begini Klarifikasinya

Diskusi yang dimoderatori oleh Hadi Suprapto, Ketua Pokja Jurnalis Otomotif Promedia.

Membuka ruang bagi para jurnalis untuk menyoroti arah dan strategi pemasaran Suzuki menghadapi persaingan ketat antarbrand.

Dalam sesi tersebut, Donny menegaskan bahwa tren penurunan harga ekstrem yang dilakukan beberapa pabrikan mulai menimbulkan kekhawatiran tersendiri.

“Kita lihat akhir-akhir ini banyak pabrikan menerapkan strategi perang harga. Namun, penurunan harga yang terlalu besar justru berpotensi mengganggu keseimbangan pasar,” ujar Donny.

Ia menilai, beberapa merek bahkan menurunkan harga kendaraan barunya hingga lebih dari 10 persen, angka yang disebutnya di luar batas kewajaran kompetisi sehat.

Baca Juga: Korpri Gorontalo Raih Emas di Pornas XVII, Tim Gateball Double Campuran Tumbangkan Jambi di Final

Menurut Donny, strategi banting harga mungkin tampak menarik secara jangka pendek.

Tetapi bisa berdampak negatif terhadap industri secara keseluruhan.

“Dampaknya bukan hanya bagi satu merek, tapi bisa memengaruhi stabilitas dan persepsi pasar otomotif secara luas,” tambahnya.

Meski demikian, Donny tetap memaklumi fenomena ini sebagai dinamika wajar di dunia otomotif.

Ia menilai, setiap produsen memiliki strategi berbeda dalam menjaga daya saing.

“Yang penting, strategi itu tetap berorientasi pada kualitas dan kepuasan konsumen, bukan semata-mata harga,” tutupnya optimistis.(PM)

Editor : Azis Manansang
#StrategiPemasaran #Jaringan Pemred Promedia #Industriotomotif #SuzukiIndonesia #otomotif #Perang harga mobil