GORONTALOPOST -Putra-putri Minahasa terus berkibar di level nasional. Setidaknya, kian banyak yang duduk di posisi strategis, baik di lembaga negara maupun perusahaan-perusahaan pelat merah.
Rabu (15/10) hari ini, giliran Glenny Kairupan yang diberi amanat oleh negara.
Purnawirawan TNI berpangkat terakhir tiga bintang itu ditunjuk menjabat Direktur Utama (Dirut)
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA). Glennya, yang setelah pensiun aktif di Partai Gerindra, diberi tanggungjawab besar pada maskapai pelat merah ini melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) tadi siang sekira pukul 14.00 WIB atau 15.00 WITA.
Baca Juga: Satgas Baru di Kabupaten Gorontalo Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
Pria yang acap kali menjabat posisi penting di Kementrian Pertahanan RI, itu kini menjadi koamando utama maskapai kebanggan Indonesia itu.
Pemegang saham GIAA memutuskan memberhentikan Wamildan Tsani sebagai Dirut, dan menyerahkan kursi itu kepada Letjen TNI (Pur) Glenny Kairupan, lulusan AKABRI 1973.
Glenny sebelumnya menduduki posisi sebagai komisaris. Pria yang kini berusia 76 tahun itu pernah mengeyam pendidikan di Akademi Penerbangan Indonesia. Ia berpengalaman sebagai pilot TNi Angkatan Darat. Glenny dibantu Thomas Sugiarto Oentoro di posisi Wakil Direktur Utama.
Di posis direksi juga diisi dua orang dari Warga Negara Assing (WNA). Yaitu Balagopal Kunduvara dan Neil Raymond Mills.
Kursi komisaris yang ditinggal pria kelahiran Manado 11 Februari 1949 itu diisi Frans Dicky Tamara.
Susunan Lengkap Direksi dan Dewan Komisaris GIAA Hasil RUPS-LB Rabu 15 Oktober 2025:
DIREKSI
Direktur Utama: Glenny H. Kairupan
Wakil Direktur Utama: Thomas Sugiarto Oentoro
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Balagopal Kunduvara
Direktur Niaga: Reza Aulia Hakim
Direktur Operasi: Dani Haikal Iriawan
Direktur Teknik: Mukhtaris
Direktur Human Capital & Corporate Service: Eksitarino Irianto
Direktur Transformasi: Neil Raymond Mills
DEWAN KOMISARIS
Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen: Fadjar Prasetyo
Komisaris: Chairul Tanjung
Komisaris: Frans Dicky Tamara
Komisaris Independen: Mawardi Yahya.(mpd)
Editor : Nur Fadilah