Gorontalopost.Id, KWANDANG - Terobosan pemerintah Desa Dunu Kecamatan Monano, Kabupaten Gorontalo Utara patut diapresiasi. Pasalnya kini warga mulai mengembangkan atraksi wisata yaitu mengadopsi tukik atau anak penyu.
Menurut pemerhati pariwisata daerah, Yasin Ali dilansir Antara, pihaknya mendorong pemerintah desa untuk mengembangkan dan mengenalkan atraksi menarik ini dalam mendorong pariwisata desa tersebut.
Baca Juga: Job Fair Gorontalo Ditutup, 3.047 Pencaker Berebut 1.021 Loker
Adopsi tukik sangat diminati wisatawan manca negara yang berkunjung ke Pantai Rabua Desa Dunu Kecamatan Monano, saat jadwal melepas tukik di alam bebas dilakukan.
Setiap wisatawan atau pengunjung bisa mengadopsi tukik dengan membayar Rp 25 ribu, kemudian menamainya dan melepasnya ke
laut sebagai upaya konservasi biota laut tersebut. Tukik yang telah dinamai diharapkan bisa kembali ke Pantai Dunu untuk bertelur, sehingga populasi penyu di kawasan tersebut terus terjaga.
Baca Juga: KPK RI Sebut Capaian MCP Provinsi, Dibawah Kota Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo
Pihaknya berharap pemerintah desa mengedepankan perlindungan terhadap alam, dalam mengembangkan potensi wisata yang dimiliki.
"Apalagi Desa Dunu mulai dikenal sebagai lokasi atraksi wisata olah raga paralayang dan dayung, potensi alamnya tidak diragukan lagi. Tinggal bagaimana kita menjaga alamnya," ujar Yasin.
Inovasi dalam mengembangkan desa wisata diyakini Yasin, dapat menjadi peluang besar dalam menciptakan sektor pariwisata yang dimiliki menjadi sumber penerimaan besar bagi daerah dan desa.
Baca Juga: Diadukan Nelson ke Polda, Ifana Tak Gentar Fokus Laporan ke Mendagri
Pihaknya pula turut mempromosikan keberadaan pusat penangkaran penyu di Desa Dunu yang memiliki tiga dari 10 jenis penyu di Indonesia yakni adanya penyu Belimbing, Hijau dan Lekang.
Selain itu, Desa Dunu berada dekat dengan Cagar Alam Popaya Mas Raja yang menjadi tempat penyu untuk bertelur.(Ant/Inong).
Editor : Azis Manansang