Gorontalopost, TOKYO — Dunia politik Jepang kembali diguncang skandal moral.
Maki Takubo, Wali Kota Ito, Prefektur Shizuoka, resmi mengundurkan diri setelah terbongkar bahwa dirinya berbohong soal latar belakang pendidikan.
Baca Juga: Curi Mobil Saat Bertamu, Pria di Gorontalo Diciduk Resmob Polres Bone Bolango
Ia sebelumnya mengklaim lulusan Universitas Toyo, namun faktanya dikeluarkan (drop out) dari kampus tersebut.
Pengakuan mengejutkan itu disampaikan Takubo dalam konferensi pers yang dikutip media lokal Japan Times.
"Memang benar saya dikeluarkan dari Universitas Toyo, dan pihak kampus sudah mengonfirmasinya," ujarnya dengan nada menyesal.
Takubo juga menyatakan siap menyerahkan seluruh dokumen terkait.
Termasuk ijazah dan buku tahunan, kepada kantor kejaksaan untuk membuktikan keasliannya.
“Kalau saya terus bilang ini asli, itu hanya jadi klaim sepihak. Biar aparat penegak hukum yang menyimpulkan,” imbuhnya pasrah.
Respons dari parlemen Kota Ito sangat tegas. Dalam sidang luar biasa.
Seluruh anggota menyepakati resolusi pemecatan Takubo dan segera membentuk komite investigasi independen berdasarkan undang-undang otonomi daerah Jepang.
Baca Juga: Setahun Kabur dan Pindah-Pindah Lokasi, Dua Pelaku Pengrusakan di Gorontalo Ditangkap Tim Rajawali
Namun yang membuat publik Jepang mengernyit, Takubo justru menyatakan niatnya untuk maju lagi dalam pemilu lokal.
Usai menyerahkan dokumen ke kejaksaan dalam waktu 10–14 hari ke depan.
“Saya tetap akan mundur, tapi setelah semua proses ini selesai,” pungkasnya. (Mg-01)
Editor : Azis Manansang