Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Gelombang Panas Ekstrem di Korea Selatan, Pisang Tumbuh Liar dan Labu Matang Sendiri

Azis Manansang • Minggu, 3 Agustus 2025 | 22:58 WIB

 

(Tangkapan Layar/Korea Meteorological Administration)
(Tangkapan Layar/Korea Meteorological Administration)

Gorontalopost, SEOUL – Fenomena tak biasa terjadi di Korea Selatan. Cuaca panas ekstrem yang melanda negeri ginseng ini tak hanya membuat suhu melonjak tinggi.

Tapi juga memicu pisang dan labu matang secara alami di luar ruangan sesuatu yang sebelumnya hampir mustahil terjadi di wilayah tersebut.

Baca Juga: Megawati Kembali Pimpin PDIP, Tangis Haru Sambut Hasto Usai Terima Amnesti dari Presiden Prabowo

Suhu di ibu kota Seoul tercatat menyentuh 35,8 derajat Celsius, cukup panas untuk membuat pohon pisang tumbuh subur di ruang terbuka, tanpa bantuan rumah kaca seperti
biasanya.

Biasanya, pisang hanya berkembang baik di wilayah tropis seperti Asia Tenggara.

Foto-foto dari Chungsoo Weekend Farm di distrik Nowon, timur laut Seoul, menunjukkan pohon pisang yang menjulang lebih tinggi dari orang dewasa.

Lengkap dengan tiga tandan buah di bawah rimbunan daunnya. Gambar ini dirilis oleh News1 dan dikutip oleh The Korea Herald pada Sabtu (2/8/2025).

Tak hanya di daratan utama, pulau Jeju juga mengalami keanehan serupa. Labu di kebun Bollesom mulai matang lebih cepat karena suhu panas yang terus-menerus menyelimutiwilayah tersebut.

Baca Juga: Mantan Calon Gubernur Sulut Elly Lasut Resmi Menikah Lagi, Pemberkatan Digelar di Jakarta Bersama Melly Karundeng

Pemilik kebun menyebut bahwa sekitar 30% labu menunjukkan kematangan dini, kondisi yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan dampak sebesar itu.

Fenomena ini terjadi seiring dengan rekor 22 malam berturut-turut di Seoul dengan suhu minimum di atas 25 derajat Celsius.

Bahkan, pada Rabu lalu, suhu terendah malam hari mencapai 29,3 derajat.

Menjadikan Juli sebagai salah satu bulan terpanas dalam sejarah Korea Selatan, menurut laporan Channel News Asia.

Menurut Youn Ki Han dari Divisi Prakiraan Meteorologi Seoul, gelombang panas ini.

Disebabkan oleh akumulasi udara hangat dari North Pacific High yang datang lebih awal dan terus menumpuk tanpa jeda pendinginan.

Baca Juga: Warga Limboto Barat Dikejutkan Penemuan Mayat Membusuk di Bukit Daenaa, Polisi Masih Selidiki Identitas dan Penyebab Kematian

"Ketika panas berlangsung hanya sehari, suhu akan kembali normal. Tapi jika terus terjadi, panas akan menumpuk dan bertahan lebih lama," jelas Youn.

Dampak suhu ekstrem ini tak hanya terasa pada tanaman.

Otoritas setempat melaporkan 13 korban jiwa, tiga kali lipat dari tahun sebelumnya di periode yang sama.

Ratusan ribu hewan ternak juga dilaporkan mati akibat tidak tahan dengan cuaca panas ekstrem ini.(JP)

Editor : Azis Manansang
#Perubahaniklim #krisisiklim #gelombang panas #labu #pisang #fenomenaalam #Korea Selatan #cuacaekstrem #seoul