Gorontalopost.Id, BATUDAA -Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Negeri Gorontalo (UNG).
Pelopori aksi bersih-bersih pantai, berlangsung di Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo, Sabtu (29/07/2023).
Baca Juga: Curhat ke Kapolres Warga Palopo Keluhkan Fenomena Ngelem Fox di Kalangan Remaja
Kegiatan yang melibatkan komunitas Tanggidaa Grup bersama warga sekitar itu. Berlangsung di tiga desa yakni Tontayuo, Lamu dan Olimo'o.
Sejak pukul tujuh pagi, mahasiswa dan warga setempat sudah berkumpul di bibir pantai di desa masing-masing.
Sampah plastik dan limbah kayu dipungut satu persatu. Di Desa Tontayuo bersih pantai digelar lebih siang karena harus menunggu pejabat Pemda Kabupaten Gorontalo yang datang mengikuti seremonial acara.
Baca Juga: Kabupaten Boalemo Bakal Adopsi Inovasi Kota Bitung
Perwakilan mahasiswi KKN dari UGM, Safitri Dwi Lestari menjelaskan, aksi bersih pantai menjadi satu dari lima program yang diusung oleh setiap mahasiswa.
Mereka diminta melakukan sesuatu berdasarkan minat dan jurusannya.
"Program bersih pantai ini rutin digelar di setiap desa, tapi kali ini kami gabungkan bersama. Kami ingin gerakan ini bisa lebih besar dengan diikuti oleh warga setempat," kata Safitri.
Mahasiswi teknik sipil itu bersyukur karena gerakan mereka mendapat respon positif dari pemerintah kecamatan dan desa.
Baca Juga: Meriahkan HUT RI Bupati Thariq Bagikan Bendera Merah Putih ke Nelayan
Beberapa desa yang tidak menjadi lokus KKN UGM - UNG juga ikut melakukan aksi serupa di sepanjang bibir pantai. Termasuk melibatkan Tanggidaa Grup, komunitas pemuda Gorontalo yang peduli kebersihan sungai dan pantai.
"Di desa desa yang tidak ada mahasiswa KKN-nya juga melakukan bersih pantai. Ini yang kami senangi, pemerintah kecamatan sudah mampu mengkoordinasikan kegiatan KKN kami," imbuhnya.
Baca Juga: Bupati Hamim Pou Lantik Puluhan Pejabat di Tepian Danau Perintis
Selain bersih pantai, program pembuatan tong sampah, pembuatan instalasi pemanen air hujan. Sosialisasi hukum menjadi fokus mahasiswa KKN UGM - UNG. Ada juga sosialisasi ecobrick atau bata ramah lingkungan.
Ecobrick dibuat dari botol plastik yang diisi padat dengan sampah plastik.
Ecobrick dipandang sebagai solusi sampah masa kini karena bisa digunakan sebagai bahan bangunan. Dan furnitur seperti pengganti batu bata, bahan kursi, meja dan sebagainya. (Mg-02/Kmfo-isam).
Editor : Azis Manansang