Gorontalopost, LIMBOTO – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Gorontalo, Suparno, menjelaskan perkembangan inflasi dan deflasi di Kabupaten Gorontalo selama bulan Januari 2025.
Dalam konferensi pers yang digelar kemarin (3/2/2025), ia memaparkan beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga serta kebijakan pemerintah pusat yang memengaruhi kondisi tersebut.
Baca Juga: Besok KPU Kota Gorontalo tetapkan Adhan - Indra Sebagai Walikota dan Wakil Walikota Gorontalo
Menurut Suparno, terdapat lima bahan pokok yang mengalami kenaikan harga di akhir bulan Januari.
"Berdasarkan survei kami, daging ayam ras, minyak goreng, sigaret kretek mesin (SKM), kopi bubuk, dan cumi-cumi merupakan komoditas yang menunjukkan kenaikan signifikan," ungkapnya.
Di sisi lain, ia menjelaskan bahwa salah satu kebijakan pemerintah pusat, yaitu diskon biaya listrik rumah tangga sebesar 50% untuk bulan Januari dan Februari 2025, turut memengaruhi deflasi pada beberapa sektor.
"Data kami menunjukkan bahwa biaya listrik mengalami deflasi signifikan," tambah Suparno.
Baca Juga: Fadel Muhammad Pantau Lokasi Banjir di Gorontalo, BWSS II Siapkan Penanganan Darurat
Selain tarif listrik, komoditas lain yang mengalami deflasi adalah tomat, bawang merah, ikan cakalang, dan cabai rawit.
Penurunan harga pada beberapa bahan pangan tersebut juga mencerminkan hasil survei yang dilakukan oleh tim BPS di lapangan.
Suparno menegaskan bahwa BPS Kabupaten Gorontalo melakukan survei terhadap 237 komoditas di wilayah tersebut.
"Hasil ini mencerminkan kondisi riil di masyarakat dan akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah ke depan," pungkasnya.(Mg-04)
Editor : Azis Manansang