GORONTALOPOST - Pasca-perayaan Idulfitri 1446 Hijriah, masyarakat di Kota Gorontalo dan sekitarnya dihadapkan pada lonjakan harga ikan segar di pasar tradisional.
Selain harga yang naik drastis, ketersediaan ikan segar juga sangat terbatas karena sebagian besar nelayan belum kembali melaut usai libur Lebaran.
Siti Ahmad, warga Kecamatan Kota Gorontalo, mengaku terkejut dengan harga ikan yang meroket dua kali lipat. “Biasanya saya beli ikan cakalang Rp20 ribu per ekor, sekarang bisa sampai Rp40 ribu. Itu pun jarang ada,” keluhnya saat ditemui di Pasar Sentral Gorontalo, Senin (14/4).
Fenomena ini bukan hanya terjadi di pasar-pasar besar. Para pedagang ikan keliling yang biasa berkeliling kampung pun mulai jarang terlihat. Minimnya pasokan dari laut membuat para pedagang kesulitan memperoleh stok, bahkan dari pelelangan ikan sekalipun.
Situasi ini memaksa sebagian warga untuk mengubah pola konsumsi harian mereka. Ikan kering seperti sagela, ikan putih (teri), hingga berbagai jenis ikan asin kini menjadi pilihan alternatif untuk lauk sehari-hari.
“Kalau terus begini, mungkin kami harus lebih sering makan telur atau tempe. Soalnya ikan segar sudah jadi barang mewah,” kata Lilis, seorang ibu rumah tangga di Kelurahan Ipilo.
Menurut pantauan di beberapa titik penjualan ikan di Kota Gorontalo, stok yang tersedia rata-rata berasal dari tangkapan lama atau hasil distribusi dari luar daerah. Namun karena tingginya permintaan, harga tetap tinggi.
Dinas Perikanan Provinsi Gorontalo melalui pernyataan tertulis menyebutkan bahwa kondisi ini lazim terjadi pasca-libur panjang seperti Lebaran, di mana aktivitas nelayan sempat terhenti dan belum sepenuhnya normal.
Pihaknya mengimbau masyarakat untuk sementara memanfaatkan alternatif sumber protein lain sambil menunggu pasokan ikan kembali stabil.
Menanti Normalisasi Aktivitas Nelayan
Pakar ekonomi lokal memandang kondisi ini sebagai dampak dari rantai pasokan yang belum pulih sepenuhnya. "Selama para nelayan belum kembali melaut, pasar akan kekurangan pasokan. Dampaknya, harga naik, dan daya beli masyarakat akan tertekan," ujar Andi M. Noor, pengamat ekonomi wilayah Gorontalo.
Diharapkan dalam satu hingga dua pekan ke depan, seiring membaiknya cuaca dan kembalinya aktivitas melaut, ketersediaan ikan segar akan kembali normal. Sementara itu, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembelian secara berlebihan agar tidak memperparah kelangkaan.(*)
Editor : Nur Fadilah