Gorontalopost, TELAGA — Drama order fiktif kembali mencoreng wajah dunia transportasi daring di Gorontalo.
Kali ini, kejadian tersebut menimpa seorang driver GrabFood yang menjadi korban ulah nakal pelanggannya di Kecamatan Tilango, kemarin (17/10/2025).
Baca Juga: Dua Tingkat Pengadilan Pastikan BNI Tak Bersalah dalam Sengketa Lelang di Gorontalo
Kejadian itu terungkap setelah Koordinator Grab Gorontalo melapor langsung ke Polsubsektor Tilango pada pukul 08.20 Wita.
Bermula dari pesanan makanan yang dilakukan oleh seorang warga berinisial RN (29) asal Desa Tualango.
Dalam pesanannya, RN meminta makanan diantar ke sebuah lokasi dan ditinggalkan begitu saja tanpa memberikan pembayaran sepeser pun.
Upaya sang driver untuk menghubungi pelanggan itu tidak membuahkan hasil, bahkan RN menghilang begitu saja setelah pesanan diterima.
Merasa janggal dengan pola yang berulang, pihak Grab bersama petugas kepolisian bergerak cepat.
Mereka mendatangi kediaman RN untuk memastikan kebenaran laporan tersebut.
Dari lokasi, petugas menemukan bukti orderan yang menjadi dasar pelaporan, dan RN langsung dibawa ke Mako Polsubsektor Tilango untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Setelah dilakukan mediasi, RN akhirnya mengakui perbuatannya. Ia mengaku khilaf dan tidak menyangka tindakannya menimbulkan kerugian cukup besar bagi mitra driver, yang
mencapai Rp737.700.
Di hadapan petugas dan Koordinator Grab, RN berjanji mengganti kerugian secara penuh serta membuat video permohonan maaf agar kejadian serupa tidak terulang lagi.
Polsubsektor Tilango pun memutuskan untuk menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan.
Namun, pihak kepolisian mengingatkan agar masyarakat tidak memanfaatkan platform daring untuk tindakan merugikan pihak lain.
“Setiap pelanggaran sekecil apa pun di dunia digital, tetap memiliki konsekuensi hukum,” tegas salah satu petugas dengan nada mengingatkan.(Mg-04).
Editor : Azis Manansang