GORONTALOPOST– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo, Provinsi Gorontalo, mengambil langkah berbeda menyambut Tahun Baru 2026.
Alih-alih panggung hiburan mewah, Bupati Sofyan Puhi mengajak seluruh masyarakat melepas 2025 dengan doa, zikir, dan introspeksi spiritual.
Dalam pernyataan resminya di Gorontalo, Minggu (29/12), Bupati Sofyan menegaskan bahwa agenda resmi malam pergantian tahun difokuskan pada rangkaian ibadah. "Rangkaian ibadah akan dimulai selepas salat Maghrib dan berlanjut hingga selesai salat Isya," ujarnya.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Menurut Bupati, kegiatan spiritual dimaksudkan sebagai bentuk refleksi mendalam dan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kelancaran pemerintahan dan pembangunan sepanjang 2025. "Kita ingin menutup tahun dengan doa dan introspeksi," tegasnya.
Meski Pemkab memprioritaskan kegiatan keagamaan, Bupati tidak melarang perayaan masyarakat. Organisasi kemasyarakatan boleh menggelar acara dengan syarat ketat: wajib mengikuti mekanisme perizinan resmi dan berkoordinasi intensif dengan aparat kepolisian. Tujuannya, menjaga ketertiban umum dan keamanan di tengah euforia Tahun Baru.
Untuk memastikan rencana ini matang, Bupati menyatakan kebijakan tersebut akan dibahas segera bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Sinergi antarinstansi diperlukan agar Kabupaten Gorontalo tetap kondusif, aman, dan damai saat menyambut 2026.
Inisiatif ini menuai apresiasi dari berbagai kalangan, di tengah tren nasional yang sering identik dengan pesta kembang api dan hiburan malam. Gorontalo jadi contoh daerah yang mengedepankan nilai spiritual di akhir tahun.(antara)
Editor : Nur Fadilah