Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Tren Investasi Menguat, Penjualan Emas Galeri 24 Gorontalo Naik

Nur Fadilah • Kamis, 12 Maret 2026 | 07:38 WIB

Penjualan emas batangan Galeri 24 Gorontalo meningkat
Penjualan emas batangan Galeri 24 Gorontalo meningkat

GORONTALOPOST -Penjualan emas batangan dan perhiasan di Galeri 24 Gorontalo terus menunjukkan tren positif. Sepanjang tahun 2025, minat masyarakat untuk membeli emas meningkat cukup signifikan dibandingkan tahun 2024, menandakan semakin tingginya ketertarikan warga terhadap emas sebagai pilihan investasi sekaligus aset bernilai stabil.

Fenomena ini mencerminkan semakin kuatnya kesadaran masyarakat terhadap emas sebagai instrumen investasi yang aman di tengah dinamika ekonomi global.

Manajer Galeri 24 Gorontalo, Findi Purba, mengungkapkan bahwa sejak awal tahun 2025 penjualan emas batangan maupun perhiasan sudah menunjukkan angka yang cukup tinggi. Bahkan, capaian tersebut mampu memenuhi target penjualan bulanan hingga menjelang akhir tahun.

“Pembelian emas batangan dan perhiasan sejak awal tahun 2025 sudah cukup besar, bahkan target bulanan bisa tercapai sampai akhir tahun,” ujarnya.

Secara regional, peningkatan penjualan ini juga terlihat di wilayah kerja PT Pegadaian Kanwil V Manado yang menaungi beberapa gerai Galeri 24 di kawasan timur Indonesia, seperti Manado, Bitung, Gorontalo, Palu, Sorong, hingga Jayapura.

Data menunjukkan bahwa pada tahun 2024 penjualan emas batangan di wilayah tersebut mencapai 198,595 kilogram. Angka itu melonjak tajam pada tahun 2025 menjadi 319 kilogram, menandakan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap emas sebagai aset lindung nilai.

Photo
Photo

Findi menjelaskan, saat ini banyak pembeli tidak terlalu mempermasalahkan harga emas yang terus bergerak naik. Justru sebaliknya, masyarakat cenderung berlomba-lomba membeli emas karena khawatir harganya akan semakin mahal di masa mendatang.

“Untuk perhiasan, pada awal tahun stok kami sempat masuk agak lambat. Namun menjelang akhir tahun, penjualannya justru meningkat drastis,” katanya.

Sementara itu, Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil V Manado, Maksum, memprediksi bahwa pergerakan harga emas pada tahun 2026 akan dipengaruhi oleh tiga faktor utama.

Pertama adalah kebijakan suku bunga dari Federal Reserve atau The Fed. Kedua, dinamika geopolitik global yang dapat memicu ketidakpastian ekonomi. Ketiga, pergerakan nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap mata uang dunia.

Menurutnya, di tengah berbagai faktor tersebut, emas tetap menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga stabilitas nilai kekayaan.

“Emas berfungsi sebagai instrumen penyeimbang yang dapat melindungi nilai aset,” jelasnya.

Dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap logam mulia, Galeri 24 optimistis tren investasi emas akan terus tumbuh, terutama di wilayah Indonesia timur yang kini semakin sadar pentingnya diversifikasi investasi.

Jika tren ini terus berlanjut, emas bukan hanya menjadi perhiasan semata, tetapi juga simbol strategi keuangan masyarakat dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global.(antara)

Editor : Nur Fadilah
#Gorontalo #emas Galeri 24