Gorontalopost, LIMBOTO BARAT – Kemeriahan Gebyar Ketupat di Bukit Proja, Kabupaten Gorontalo, tak hanya menjadi ajang perayaan budaya,
tetapi juga momentum kepedulian pemerintah terhadap kesejahteraan masyarakat.
Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan
bahwa tradisi Lebaran Ketupat memiliki makna lebih luas dari sekadar perayaan.
Ia menyebut tradisi ini sebagai ruang mempererat silaturahmi dan memperkuat nilai kebersamaan.
Dalam sambutannya yang juga mewakili Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah, Sofyan menegaskan
bahwa tradisi yang awalnya dibawa oleh komunitas Jawa Tondano
kini telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Gorontalo secara menyeluruh.
“Tradisi ini berkembang menjadi identitas bersama. Nilai religius dan sosial di dalamnya
mampu mempererat hubungan antarwarga dari berbagai latar belakang,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan nyata, pemerintah daerah sebelumnya telah menggelar pasar murah bersubsidi di wilayah Limboto Barat.
Baca Juga: Pengamanan Lebaran Ketupat 2026 Diperketat, Bupati Gorontalo Turunkan Pasukan Gabungan
Program ini menyediakan paket sembako berisi tujuh bahan pokok dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibanding harga pasar.
Menurut Sofyan, langkah tersebut diambil untuk memastikan masyarakat dapat merayakan Lebaran Ketupat tanpa terbebani lonjakan harga kebutuhan pokok.
Bupati juga mengimbau warga untuk tetap menjaga ketertiban dan keselamatan selama berlangsungnya perayaan.(Mg-04).
Editor : Azis Manansang