Gorontalopost, LIMBOTO BARAT – Pemerintah Kabupaten Gorontalo menggelar rangkaian safari budaya
dalam momentum Lebaran Ketupat 2026, diawali dengan doa Bado Ketupat di Masjid Al Muttaqin, Desa Yosonegoro.
Baca Juga: Motor Tabrak Truk di Jalan Trans Sulawesi, Pohuwato Pengendara Luka Serius
Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, bersama Wakil Bupati Tonny S. Junus dan Sekda Sugondo Makmur,
turut hadir dalam prosesi religius yang menjadi tradisi masyarakat Kampung Jawa tersebut.
Setelah mengikuti doa, rombongan melanjutkan kunjungan ke kediaman Penjabat Kepala Desa Lawonu, Sudiyanto Rivai, di kawasan Tugu Ketupat.
Di sana, Bupati menegaskan bahwa Lebaran Ketupat kini telah menjadi simbol persatuan lintas etnis di Gorontalo.
“Awalnya tradisi ini tumbuh dari komunitas tertentu, namun kini telah menjadi milik bersama
dan menjadi bagian penting dari kekayaan budaya daerah,” ungkapnya.
Perjalanan kemudian berlanjut ke Desa Reksonegoro, Kecamatan Tibawa, di mana Bupati kembali menyapa masyarakat di Masjid Al Maghfirah.
Ia juga mengenang kedekatan keluarganya dengan wilayah tersebut, mengingat ibundanya pernah mengabdi sebagai guru selama belasan tahun.
Didampingi jajaran TP-PKK dan pimpinan OPD, kehadiran Bupati disambut antusias warga.
Pemerintah daerah berharap rangkaian tradisi ini mampu memperkuat nilai kebersamaan
sekaligus menjaga warisan budaya agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.(Mg-04).
Editor : Azis Manansang