Hadapi Ancaman Perubahan Iklim, Pemkab Gorontalo Pilih Tiga Desa Jadi Pilot Project ProKlim

Azis Manansang • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 13:51 WIB

 

Bupati Gorontalo Sofyan Puhi saat membuka pembentukan Pokja ProKlim, Sabtu (18/7), di meeting room Lu’as Resto, Limboto.(F:Diskmfo)
Bupati Gorontalo Sofyan Puhi saat membuka pembentukan Pokja ProKlim, Sabtu (18/7), di meeting room Lu’as Resto, Limboto.(F:Diskmfo)

Gorontalopost, LIMBOTO – Upaya menghadapi perubahan iklim di Kabupaten Gorontalo  kini memasuki babak baru. 

Pemerintah daerah resmi membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Program Kampung Iklim  (ProKlim) sebagai langkah memperkuat gerakan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim  berbasis masyarakat.

Pembentukan Pokja tersebut sekaligus menandai penetapan tiga desa percontohan, yakni  Desa Limehu Timur, Talumelito, dan Buhu. 

Baca Juga: Api Nyaris Masuk Permukiman, Warga Tabumela Tolak Damai dan Laporkan Pelaku Pembakar Lahan ke Polisi

Ketiga desa ini akan menjadi pusat pengembangan berbagai program lingkungan yang  menyasar peningkatan ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim.

Bupati Gorontalo Sofyan Puhi menilai isu perubahan iklim bukan lagi ancaman masa 
depan, melainkan persoalan yang sudah dirasakan masyarakat saat ini. 

Oleh karena itu, diperlukan kerja sama lintas sektor agar berbagai program yang dijalankan  mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Program ini tidak bisa dijalankan sendiri. Seluruh OPD, pemerintah kecamatan, 
pemerintah desa, perguruan tinggi, 

dan masyarakat harus bergerak bersama agar manfaatnya benar-benar dirasakan,” kata  Sofyan saat membuka pembentukan Pokja ProKlim, Sabtu (18/7), di meeting room Lu’as  Resto, Limboto.

Program Kampung Iklim sendiri telah berjalan di Kabupaten Gorontalo sejak tahun 2022. 

Melalui pembentukan Pokja, pemerintah berharap koordinasi dan pelaksanaan program dapat semakin efektif dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan.

Tak hanya fokus pada aspek lingkungan, Pemkab Gorontalo juga mengembangkan 
berbagai skema yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

Baca Juga: Terlantar Warga Asal Semarang Jateng, Raihan Wibowo Dipulangkan Pemprov Gorontalo

Di antaranya melalui program kredit karbon dan pengembangan budidaya nilam yang diharapkan mampu menciptakan nilai ekonomi sekaligus menjaga kelestarian alam.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Kabupaten Gorontalo, Anita Hippy, menjelaskan saat ini terdapat 38 desa yang masuk dalam pengembangan ProKlim. 

Tiga desa percontohan yang telah ditetapkan akan mendapatkan pendampingan khusus  selama dua tahun melalui dukungan Program REDD+ Green Climate Fund.

Dengan dukungan tersebut, Anita optimistis desa-desa percontohan mampu menjadi model  sukses pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat

dan mempercepat lahirnya kampung- kampung iklim baru di berbagai wilayah Kabupaten Gorontalo.(Mg-04).

Editor : Azis Manansang
Gorontalo Pokja Desa Desa Buhu KABUPATEN GORONTALO Sofyan Puhi