Buka Konfercab PMII, Sekda Gorontalo Minta Mahasiswa Tetap Kritis Tanpa Kehilangan Integritas

Azis Manansang • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 01:51 WIB

 

Sekda Sugondo Makmur saat membuka Konferensi Cabang (Konfercab) XVI PMII di Limboto.(F:Diskminfo)
Sekda Sugondo Makmur saat membuka Konferensi Cabang (Konfercab) XVI PMII di Limboto.(F:Diskminfo)

Gorontalopost, LIMBOTO – Pemerintah Kabupaten Gorontalo mengajak mahasiswa 
untuk terus menjadi kekuatan kritis sekaligus mitra strategis dalam pembangunan daerah. 

Ajakan itu disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Sugondo Makmur, saat  membuka Konferensi Cabang (Konfercab) XVI PMII di Limboto, Jumat (31/7).

Mewakili Bupati Kabupaten Gorontalo, Sugondo mengatakan organisasi kemahasiswaan  memiliki tanggung jawab besar 

dalam melahirkan kader yang berintegritas serta mampu menjaga kepercayaan masyarakat. 

Baca Juga: Kasus Ramla Djafar Memanas, Pemkab Bone Bolango Siap Hadapi Gugatan dan Buka Peluang Tempuh Jalur Hukum

Menurutnya, sikap kritis tetap diperlukan, namun harus dijalankan secara objektif dan  tidak ditunggangi kepentingan tertentu.

"Mahasiswa harus tetap menjadi penyambung aspirasi masyarakat. Kritik terhadap 
pemerintah adalah bagian dari demokrasi, 

tetapi harus disampaikan secara bertanggung jawab dan berorientasi pada kepentingan publik," ungkapnya.

Sugondo menegaskan pemerintah tidak anti terhadap kritik. Sebaliknya, pemerintah 
membuka ruang dialog bagi mahasiswa untuk memberikan masukan terhadap berbagai  kebijakan daerah. 

Ia berharap komunikasi yang baik antara pemerintah dan kalangan akademisi dapat 
melahirkan solusi bagi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Lebih lanjut, ia mengajak PMII memperkuat kolaborasi dengan pemerintah melalui 
berbagai kegiatan yang berdampak langsung bagi warga. 

Baca Juga: Niat Temui Mantan Berujung Penjara, Pelajar 20 Tahun di Gorontalo Tergiur Motor Berkunci dan Akhirnya Diciduk Polisi

Mulai dari mendukung pengembangan usaha mikro, membantu penanganan dampak musim kemarau, hingga berpartisipasi dalam program-program pemberdayaan masyarakat.

Menurut Sugondo, PMII tidak cukup hanya menjadi wadah kaderisasi organisasi, tetapi  juga harus tampil sebagai motor penggerak perubahan melalui pemikiran yang inovatif dan  aksi nyata. 

Dengan semangat tersebut, ia optimistis kontribusi mahasiswa akan menjadi salah satu  kekuatan penting dalam mempercepat kemajuan Kabupaten Gorontalo.(Mg-04).

Editor : Azis Manansang
MAHASISWA pmii Sekda Gorontalo konfercab KABUPATEN GORONTALO