Gorontalopost, LIMBOTO – Pemerintah Kabupaten Gorontalo terus mempercepat transformasi Posyandu sebagai pusat pelayanan masyarakat yang lebih terpadu.
Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Advokasi, Koordinasi, dan Bimbingan Teknis Tim Pembina Posyandu Tahun 2026 yang berlangsung di Grand Resto Bukit Proja, Kamis (6/8/2026).
Dalam forum tersebut, pemerintah mengungkapkan bahwa Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) hingga 3 Agustus 2026
telah menjangkau 225.999 penduduk atau 54,43 persen dari total proyeksi penduduk Kabupaten Gorontalo yang mencapai 415.237 jiwa.
Baca Juga: Polda Gorontalo Rampungkan Penyidikan Dugaan Penipuan Haji Khusus, Eks Aleg Deprov Mustafa Yasin Res
Pelaksanaan transformasi Posyandu kini mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024 yang memperluas fungsi Posyandu menjadi pusat pelayanan enam bidang Standar Pelayanan Minimal.
Selain kesehatan, Posyandu juga berperan dalam pelayanan pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, hingga pelayanan sosial.
Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, mengatakan penguatan Posyandu menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan
sekaligus menekan angka kematian ibu dan bayi yang masih menjadi tantangan di daerah.
"Keberhasilan menurunkan angka kematian ibu dan bayi memerlukan keterlibatan semua pihak. Ini bukan semata tanggung jawab tenaga kesehatan,
tetapi membutuhkan kolaborasi pemerintah, kader Posyandu, dan seluruh elemen masyarakat," ujar Sofyan.
Baca Juga: Perkajum SAKO Pemasyarakatan Digelar di Lapas Perempuan Gorontalo, Sekda Sugondo Dukung Pembinaan
Data pemerintah daerah menunjukkan hingga Juli 2026 masih terdapat 12 kasus kematian ibu serta 36 kasus kematian neonatal dan bayi.
Karena itu, seluruh Tim Pembina Posyandu diminta memahami pelaksanaan Posyandu enam bidang SPM, termasuk memperkuat pembinaan kader, pelayanan kepada masyarakat, serta sistem pelaporan yang lebih baik.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo, Ismail Akaseh, menjelaskan capaian CKG didukung oleh 435 Posyandu yang telah terdaftar di microsite nasional serta 1.471 kader yang tersebar di 19 kecamatan.
Menurutnya, angka tersebut menunjukkan partisipasi masyarakat yang terus meningkat dalam memanfaatkan layanan kesehatan dasar.
Ke depan, Dinas Kesehatan akan terus memperkuat koordinasi lintas sektor, edukasi kepada masyarakat, serta pendampingan di lapangan agar angka kematian ibu dan bayi dapat ditekan.
Melalui transformasi Posyandu dan Integrasi Layanan Primer, Pemerintah Kabupaten Gorontalo menargetkan pelayanan kesehatan yang lebih berkualitas, merata, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(Mg-04).
Editor : Azis Manansang