Gorontalopost, LIMBOTO – Upaya mendorong UMKM agar semakin kuat dan mandiri terus dilakukan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten Gorontalo.
Sebanyak 397 pelaku UMKM kini mendapat bantuan pengembangan usaha dengan total nilai sekitar Rp992,5 juta.
Bantuan tersebut disalurkan dalam dua tahap di Kabupaten Gorontalo. Pada tahap pertaman, sebanyak 115 pelaku usaha menerima bantuan di Kecamatan Telaga Biru.
Selanjutnya, 282 penerima lainnya mendapatkan bantuan di Kantor Lurah Kayubulan, Kecamatan Limboto.
Baca Juga: Diskominfo Bone Bolango Tetapkan Standar Layanan Statistik, Media hingga TTE
Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bersama Bupati Gorontalo Sofyan Puhi.
Bantuan tersebut merupakan bagian dari aspirasi anggota DPRD Provinsi Gorontalo yang diarahkan untuk memperkuat usaha masyarakat.
Gusnar mengatakan dukungan tersebut diharapkan mampu membantu pelaku UMKM menambah modal usaha.
Menurutnya, nilai bantuan bukan satu-satunya ukuran, karena yang lebih penting adalah kemampuan penerima mengelola bantuan agar menghasilkan manfaat berkelanjutan.
“Gunakan bantuan ini untuk memperbesar kemampuan usaha. Jangan berhenti pada manfaat sesaat, tetapi upayakan agar apa yang diterima bisa berkembang menjadi modal berikutnya,” kata Gusnar.
Jenis bantuan disesuaikan dengan karakter usaha masing-masing penerima. Pelaku usaha kue, warung makan, gorengan hingga kios dan sembako mendapatkan dukungan berupa berbagai kebutuhan usaha.
Baca Juga: Sofyan Puhi Turun Langsung, Potensi UMKM dan Kerajinan Rotan Gorontalo Dipoles Jelang Kedatangan Men
Barang yang disalurkan meliputi beras, minyak goreng, gula, tepung terigu, tepung beras, susu kental manis, margarin dan mi instan.
Bupati Gorontalo Sofyan Puhi menekankan pentingnya mengelola bantuan secara produktif.
Ia meminta penerima tidak menggunakan bantuan untuk kebutuhan konsumtif yang tidak berkaitan dengan usaha.
“Bantuan ini harus kembali menjadi kekuatan usaha. Saya berharap bapak dan ibu menggunakannya untuk menambah dan mengembangkan modal jualan,” ujar Sofyan.
Pemkab Gorontalo juga menyiapkan dukungan lanjutan agar UMKM memiliki ekosistem usaha yang lebih kuat. Tahun ini, sekitar Rp16 miliar dialokasikan untuk penguatan dan pengembangan UMKM.
Selain bantuan pemerintah, akses modal juga diperluas melalui program Perempuan Hebat.
Program hasil kerja sama dengan Bank SulutGo dan TP PKK Kabupaten Gorontalo tersebut memberikan pembiayaan hingga di bawah Rp10 juta tanpa agunan, dengan bunga sekitar 3 persen per tahun.
Pelaku UMKM juga mendapat kesempatan memperbaiki kualitas produk melalui PLUT di Telaga.
Fasilitas tersebut menyediakan pendampingan terkait produksi, kemasan dan pemasaran.
Untuk membuka jalur pemasaran yang lebih luas, Pemkab Gorontalo mengembangkan UMKM Center atau Pusat Oleh-Oleh Gorontalo di Telaga. Tempat tersebut diproyeksikan menjadi ruang pemasaran bagi berbagai produk lokal.
Rangkaian dukungan itu menunjukkan bahwa pengembangan UMKM tidak hanya dilakukan melalui pemberian bantuan. Pemerintah juga berupaya memperkuat modal, meningkatkan kualitas produk dan membuka akses pasar.
Sofyan berharap kolaborasi berbagai pihak tersebut mampu mendorong UMKM Kabupaten Gorontalo keluar dari skala usaha kecil dan berkembang menjadi pelaku ekonomi yang lebih mandiri.
“Tujuan akhirnya adalah UMKM semakin mandiri, berkembang dan naik kelas. Ketika usaha masyarakat tumbuh, dampaknya juga akan terasa pada perputaran ekonomi Kabupaten Gorontalo,” pungkas Sofyan.(Mg-04).
Editor : Azis Manansang