Gorontalopost, TELAGA BIRU — Pertandingan final Turnamen Sepak Bola Ketua DPRD Cup Antar-Desa se-Kecamatan Telaga Biru mendapat warna tersendiri.
Ketika laga masih buntu tanpa gol, Bupati Gorontalo Sofyan Puhi tiba-tiba menawarkan bonus uang tunai untuk pemain yang mampu memecah kebuntuan.
Bonus sebesar Rp250 ribu dijanjikan Sofyan Puhi kepada pencetak gol pertama
ketika pertandingan memasuki babak kedua dengan kedudukan masih 0–0.
Baca Juga: Bukan Sekadar Dakwah, Muhammadiyah Bawa 415 Paket Bantuan untuk Warga Boalemo
Sontak, tantangan tersebut membuat tensi pertandingan semakin hidup. Para pemain dari kedua kubu terpacu untuk menjadi orang pertama yang mencatatkan namanya di papan skor.
Final yang berlangsung di Lapangan Tuladenggi, Minggu (6/9/2026), itu menjadi puncak kompetisi yang mempertemukan 12 klub desa se-Kecamatan Telaga Biru.
Turnamen digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Bukan hanya soal pertandingan, Sofyan Puhi juga menaruh perhatian khusus terhadap Lapangan Tuladenggi.
Ia menyebut lokasi tersebut memiliki jejak sejarah dalam perkembangan sepak bola di Kabupaten Gorontalo.
“Dari tempat ini banyak cerita tentang perkembangan sepak bola daerah. Saya ingin
turnamen ini tidak berhenti sebagai kompetisi,
tetapi menjadi titik awal untuk kembali menumbuhkan prestasi sepak bola Kabupaten Gorontalo,” kata Sofyan.
Baca Juga: Belum Sempat Diadu, Arena Judi Sabung Ayam di Paguat Dibubarkan Polisi, Ratusan Orang Kabur
Bupati juga memberikan penghargaan kepada panitia dan seluruh pengelola klub yang mampu menjaga jalannya kompetisi dengan menjunjung sportivitas.
Ia menilai semangat bertanding harus berjalan beriringan dengan persaudaraan antarmasyarakat.
Kompetisi sepak bola tingkat desa dan kecamatan, lanjutnya, memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan pembinaan pemain muda.
Sebab, dari turnamen lokal seperti inilah kemampuan pemain dapat terlihat dan potensi baru bisa ditemukan.
Pemkab Gorontalo pun berharap geliat kompetisi di tingkat akar rumput terus
dipertahankan.
Dengan semakin banyaknya turnamen kompetitif, peluang untuk menemukan generasi baru pesepak bola berbakat dari desa-desa di Kabupaten Gorontalo akan semakin terbuka.(Mg-04).
Editor : Azis Manansang