Roman Nasaru Absen, Muskab KADIN Aklamasi Tetapkan Rais Nango

Azis Manansang • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

 

Muskab Kadin Kabupaten Gorontalo yang dibuka Ketua DPRD  Zulfikar Y. Usira..(F:gpd)
Muskab Kadin Kabupaten Gorontalo yang dibuka Ketua DPRD Zulfikar Y. Usira..(F:gpd)

Gorontalopost, LIMBOTO — Musyawarah Kabupaten (Muskab) Kamar Dagang dan 
Industri (KADIN) Kabupaten Gorontalo menghasilkan Rais Nango sebagai ketua baru. 

Ia mendapat dukungan penuh peserta forum dan ditetapkan secara aklamasi dalam 
Muskab di Hantaleya Cafe, Limboto, Minggu (13/9/2026).

Tidak adanya calon lain membuat proses pemilihan berlangsung relatif mulus karena calon  lainnya Roman Nasaru absen. 

Baca Juga: IKA SMPPN 56-SMANTIG Dikukuhkan, Rum Pagau Soroti Kekuatan 17 Ribu Alumni untuk Gorontalo

Namun, mandat tersebut sekaligus membawa pekerjaan besar bagi Rais untuk 
membuktikan bahwa KADIN bukan sekadar organisasi yang aktif dalam agenda formal.

Rais menyadari persoalan dunia usaha di Kabupaten Gorontalo membutuhkan kerja 
organisasi yang lebih konkret. 

Pelaku usaha masih membutuhkan dukungan dalam memperluas pasar, membangun  jaringan permodalan, mendapatkan peluang kemitraan hingga menciptakan iklim investasi  yang lebih pasti.

“Dukungan yang diberikan peserta menjadi awal dari tanggung jawab yang jauh lebih  besar. 

Mulai sekarang, yang harus kita pikirkan adalah bagaimana membuat program yang bisa menjawab kebutuhan pelaku usaha,” kata Rais.

Ia menilai berakhirnya Muskab juga harus menjadi akhir dari sekat-sekat berdasarkan pilihan politik organisasi selama proses pemilihan. 

Seluruh elemen dunia usaha harus dirangkul dalam satu kepengurusan.

“Proses pemilihan sudah selesai. Karena itu, tidak boleh ada lagi kelompok yang merasa menang ataupun kalah. 

Baca Juga: Final Sengit Talaga Jaya Cup 2026, SDN 5 Taklukkan SDN 1, Sofyan Puhi Siapkan Turnamen Lebih Besar

Semua harus bersatu sebagai bagian dari KADIN Kabupaten Gorontalo,” ujarnya.

Muskab diikuti 20 pemegang Kartu Tanda Anggota KADIN. Sejumlah tokoh turut hadir  dalam forum tersebut, di antaranya Caretaker KADIN Provinsi Gorontalo Sulyanto  Pateda, 

Caretaker Ketua KADIN Kabupaten Gorontalo Akhmad Pauji dan Ketua DPRD 
Kabupaten Gorontalo Zulfikar Y. Usira.

Jalannya persidangan dipimpin Sulyanto Pateda bersama Akhmad Pauji, Bangkit Bobihoe, Suharto Puluhulawa dan Andri Polamolo. 

Setelah seluruh agenda persidangan selesai, forum secara resmi menetapkan Rais sebagai Ketua KADIN Kabupaten Gorontalo.

Ke depan, Rais ingin organisasi tersebut tidak hanya dekat dengan perusahaan besar.  Pelaku usaha mikro dan kecil juga harus memperoleh ruang yang sama untuk 
mendapatkan dukungan, terutama ketika menghadapi persoalan modal, perubahan harga 
dan akses pemasaran.

Ia menyebut Kabupaten Gorontalo memiliki modal ekonomi yang besar melalui sektor  pertanian, peternakan, perdagangan, jasa dan industri pengolahan. 

Namun, potensi tersebut membutuhkan jaringan serta kolaborasi agar dapat menghasilkan  nilai ekonomi yang lebih besar.

“Potensi daerah sebenarnya sangat banyak. Tantangannya adalah bagaimana 
menghubungkan potensi itu dengan jaringan usaha, 

kebijakan pemerintah dan peluang investasi sehingga benar-benar menghasilkan manfaat  ekonomi,” jelas Rais.

Rais memastikan hubungan dengan pemerintah daerah akan menjadi salah satu fokus  kepengurusan. 

Menurutnya, KADIN harus mampu menjadi mitra strategis pemerintah sekaligus tetap  menjalankan fungsi sebagai penyambung aspirasi dunia usaha.

“Kita ingin membangun KADIN secara terbuka, solid dan kolaboratif. Organisasi ini harus  menjadi rumah bagi seluruh pelaku usaha, dari yang besar sampai usaha mikro dan kecil,”  pungkasnya.(Mg-02).

Editor : Azis Manansang
Gorontalo Ketua Umum pengusaha KADIN GORONTALO KABUPATEN GORONTALO