Gorontalopost, LIMBOTO — Musyawarah Kabupaten (Muskab) Kamar Dagang dan
Industri (KADIN) Kabupaten Gorontalo menghasilkan Rais Nango sebagai ketua baru.
Ia mendapat dukungan penuh peserta forum dan ditetapkan secara aklamasi dalam
Muskab di Hantaleya Cafe, Limboto, Minggu (13/9/2026).
Tidak adanya calon lain membuat proses pemilihan berlangsung relatif mulus karena calon lainnya Roman Nasaru absen.
Baca Juga: IKA SMPPN 56-SMANTIG Dikukuhkan, Rum Pagau Soroti Kekuatan 17 Ribu Alumni untuk Gorontalo
Namun, mandat tersebut sekaligus membawa pekerjaan besar bagi Rais untuk
membuktikan bahwa KADIN bukan sekadar organisasi yang aktif dalam agenda formal.
Rais menyadari persoalan dunia usaha di Kabupaten Gorontalo membutuhkan kerja
organisasi yang lebih konkret.
Pelaku usaha masih membutuhkan dukungan dalam memperluas pasar, membangun jaringan permodalan, mendapatkan peluang kemitraan hingga menciptakan iklim investasi yang lebih pasti.
“Dukungan yang diberikan peserta menjadi awal dari tanggung jawab yang jauh lebih besar.
Mulai sekarang, yang harus kita pikirkan adalah bagaimana membuat program yang bisa menjawab kebutuhan pelaku usaha,” kata Rais.
Ia menilai berakhirnya Muskab juga harus menjadi akhir dari sekat-sekat berdasarkan pilihan politik organisasi selama proses pemilihan.
Seluruh elemen dunia usaha harus dirangkul dalam satu kepengurusan.
“Proses pemilihan sudah selesai. Karena itu, tidak boleh ada lagi kelompok yang merasa menang ataupun kalah.
Baca Juga: Final Sengit Talaga Jaya Cup 2026, SDN 5 Taklukkan SDN 1, Sofyan Puhi Siapkan Turnamen Lebih Besar
Semua harus bersatu sebagai bagian dari KADIN Kabupaten Gorontalo,” ujarnya.
Muskab diikuti 20 pemegang Kartu Tanda Anggota KADIN. Sejumlah tokoh turut hadir dalam forum tersebut, di antaranya Caretaker KADIN Provinsi Gorontalo Sulyanto Pateda,
Caretaker Ketua KADIN Kabupaten Gorontalo Akhmad Pauji dan Ketua DPRD
Kabupaten Gorontalo Zulfikar Y. Usira.
Jalannya persidangan dipimpin Sulyanto Pateda bersama Akhmad Pauji, Bangkit Bobihoe, Suharto Puluhulawa dan Andri Polamolo.
Setelah seluruh agenda persidangan selesai, forum secara resmi menetapkan Rais sebagai Ketua KADIN Kabupaten Gorontalo.
Ke depan, Rais ingin organisasi tersebut tidak hanya dekat dengan perusahaan besar. Pelaku usaha mikro dan kecil juga harus memperoleh ruang yang sama untuk
mendapatkan dukungan, terutama ketika menghadapi persoalan modal, perubahan harga
dan akses pemasaran.
Ia menyebut Kabupaten Gorontalo memiliki modal ekonomi yang besar melalui sektor pertanian, peternakan, perdagangan, jasa dan industri pengolahan.
Namun, potensi tersebut membutuhkan jaringan serta kolaborasi agar dapat menghasilkan nilai ekonomi yang lebih besar.
“Potensi daerah sebenarnya sangat banyak. Tantangannya adalah bagaimana
menghubungkan potensi itu dengan jaringan usaha,
kebijakan pemerintah dan peluang investasi sehingga benar-benar menghasilkan manfaat ekonomi,” jelas Rais.
Rais memastikan hubungan dengan pemerintah daerah akan menjadi salah satu fokus kepengurusan.
Menurutnya, KADIN harus mampu menjadi mitra strategis pemerintah sekaligus tetap menjalankan fungsi sebagai penyambung aspirasi dunia usaha.
“Kita ingin membangun KADIN secara terbuka, solid dan kolaboratif. Organisasi ini harus menjadi rumah bagi seluruh pelaku usaha, dari yang besar sampai usaha mikro dan kecil,” pungkasnya.(Mg-02).
Editor : Azis Manansang