Sofyan Puhi Ingin Keripik Pisang Tilihuwa Tembus Alfamart hingga Indomaret

Azis Manansang • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 19:22 WIB

 

Bupati Gorontalo Sofyan Puhi saat meninjau perkebunan pisang milik warga di Toydito beberapa waktu lalu.(F:istimewa)
Bupati Gorontalo Sofyan Puhi saat meninjau perkebunan pisang milik warga di Toydito beberapa waktu lalu.(F:istimewa)

Gorontalopost, LIMBOTO — Nama Tilihuwa selama ini lekat dengan keripik pisang. 
Namun, Pemerintah Kabupaten Gorontalo ingin produk yang menjadi sumber 
penghidupan masyarakat tersebut 

tidak hanya berputar di pasar konvensional, melainkan naik kelas hingga masuk jaringan  ritel modern.

Bupati Gorontalo Sofyan Puhi meminta para pengrajin meningkatkan standar produk agar  memiliki peluang lebih besar menembus pasar nasional. 

Baca Juga: Ismet Mile Buka Postur APBD Perubahan Bone Bolango 2026, Pendapatan Jadi Rp 864,6 Miliar

Pembenahan itu mencakup kualitas produk, desain kemasan, legalitas usaha serta 
sertifikasi halal.

Hal tersebut disampaikan Sofyan saat menghadiri Launching Produk UMKM sekaligus  menyerahkan bantuan di Kelurahan Tilihuwa, Kecamatan Limboto, Selasa (15/9/2026).

Sofyan mengatakan keripik pisang telah menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat  Tilihuwa sejak lama. 

Karena itu, produk tersebut dinilai memiliki modal kuat dari sisi identitas dan pengalaman  produksi, tinggal bagaimana kualitas serta pemasarannya dikembangkan.

“Tilihuwa sudah punya nama sebagai daerah penghasil keripik pisang. Tinggal bagaimana  kita memperkuat produknya supaya bisa naik kelas dan menjangkau konsumen yang lebih  luas,” tutur Sofyan.

Ia memberikan apresiasi kepada BAZNAS Kabupaten Gorontalo yang telah mendampingi  para pelaku UMKM dalam membenahi berbagai aspek usaha. 

Mulai dari kemasan, izin usaha hingga label halal menjadi bagian dari proses 
pendampingan tersebut.

Baca Juga: Kebutuhan 100 Ribu Rumah di Kabupaten Gorontalo, Sofyan Puhi Ajak REI Perkuat Kolaborasi

Menurut Sofyan, langkah berikutnya adalah membawa produk tersebut melewati proses  kurasi sehingga dapat memenuhi persyaratan jaringan ritel modern. 

Ia menyebut Alfamart, Indomaret dan Alfamidi sebagai pasar yang perlu dibidik oleh  pelaku UMKM Tilihuwa.

Sofyan juga meminta rumah produksi yang tersedia dimanfaatkan secara maksimal. 

Menurutnya, penggunaan fasilitas tersebut penting untuk menjaga kebersihan proses pengolahan sekaligus meningkatkan kesiapan produk dalam memenuhi standar sertifikasi  halal.

“Kalau ingin masuk pasar yang lebih besar, proses produksi juga harus mengikuti standar. 

Karena itu, rumah produksi harus dimanfaatkan agar pengolahan lebih higienis dan 
kualitas produk semakin terjamin,” ungkapnya.

Ketua BAZNAS Kabupaten Gorontalo Sukri Moonti menyebut terdapat sekitar 50 
pengrajin keripik yang menjadi sasaran pendampingan di Tilihuwa. 

Program tersebut tidak hanya berfokus pada produk, tetapi juga mencakup kemasan, izin  produksi, label halal dan pemasaran.

“Pendampingan kami mulai dari membenahi produk, memperbaiki kemasan, mengurus  legalitas dan label halal. 

Sesudah itu, kami ingin membantu membuka jalan agar produk mereka bisa masuk ke  pasar yang lebih luas,” kata Sukri.

Baca Juga: Jelang Musprov Kadin Gorontalo, Pengurus Kadin Demisioner Ajak Semua Pihak Redam Dinamika

Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Gorontalo juga menyalurkan berbagai  bantuan kepada masyarakat. 

Bantuan meliputi sektor pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, kebencanaan dan 
pemenuhan kebutuhan dasar.

Sementara itu, Sofyan menyoroti pentingnya akurasi data penerima bantuan. 

Ia meminta pembaruan data berbasis desil dilakukan melalui Dinas Sosial dengan 
melibatkan operator desa dan kelurahan agar bantuan tidak salah sasaran.

Bupati juga mengingatkan pentingnya perlindungan bagi pelaku UMKM dan pekerja  informal melalui BPJS Ketenagakerjaan. 

Ia mendorong agar kelompok pekerja tersebut dapat memperoleh perlindungan dengan  beban iuran yang relatif terjangkau.

Tak hanya bantuan sosial, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyaluran 
Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) periode Juli, Agustus dan September 2026. 

Masing-masing keluarga penerima mendapatkan 30 kilogram beras medium untuk 
kebutuhan tiga bulan.

“Alokasi penerima tahun ini bertambah 20 ribu keluarga. Dengan tambahan tersebut, total  penerima CPP di Kabupaten Gorontalo kini sekitar 68 ribu keluarga,” jelas Sofyan.

Menurutnya, bantuan pangan dan penguatan ekonomi masyarakat harus berjalan 
beriringan. 

Bantuan dibutuhkan untuk meringankan beban masyarakat, sementara UMKM perlu terus  diperkuat

agar masyarakat memiliki sumber pendapatan yang mampu menopang kehidupan dalam  jangka panjang.(Mg-04).

Editor : Azis Manansang
Gorontalo Baznas keripik pisang UMKM Sofyan Puhi