keluarga tetap dapat menyiapkan hidangan sehat untuk mendukung pertumbuhan anak.
Baca Juga: Polemik Dugaan Pungli Samsat Gorontalo, Danial Ibrahim Minta Maaf dan Siapkan Pembenahan Layanan
Pesan inilah yang diperkuat Ketua TP-PKK Kabupaten Gorontalo sekaligus Bunda Ramah Anak, Ny. Maryam Sofyan Puhi, dalam upaya mencegah stunting di daerah tersebut.
Melalui kegiatan 'Maryam Go Menyapa' yang dipadukan dengan Program Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT),
Maryam mengajak keluarga lebih memperhatikan kebutuhan gizi, pola asuh, dan
perlindungan anak. Kegiatan berlangsung di Aula Kelurahan Hepuhulawa, Kecamatan Limboto, Selasa (20/10/2026).
Bagi Maryam, keberhasilan pencegahan stunting tidak hanya ditentukan oleh intervensi pemerintah.
Perubahan kebiasaan di rumah, mulai dari pemilihan bahan makanan hingga cara orang tua mendampingi anak, juga menjadi faktor penting yang perlu mendapat perhatian.
Ia mendorong para orang tua agar lebih cermat dalam memenuhi kebutuhan nutrisi anak sekaligus membangun suasana keluarga yang penuh perhatian.
Anak membutuhkan makanan yang cukup dan bergizi, tetapi juga kasih sayang,
pengasuhan yang baik, serta lingkungan yang aman untuk berkembang.
Program DASHAT menjadi salah satu sarana untuk menerjemahkan edukasi tersebut ke dalam praktik sehari-hari.
Peserta diperkenalkan pada cara memilih dan mengolah bahan pangan yang mudah
diperoleh menjadi menu sehat bagi anak.
Dengan demikian, pengetahuan mengenai gizi diharapkan tidak berhenti sebagai teori, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan keluarga.
Baca Juga: Diundang Dua Hari Sebelum Musrenbang, Walhi Tak Terima Draf RKPD 2027, Ombudsman Temukan Maladmini
Perhatian Maryam tidak hanya tertuju pada pencegahan stunting. Sebagai Bunda Ramah Anak Kabupaten Gorontalo,
ia juga menggarisbawahi pentingnya pemenuhan hak anak sejak dini, termasuk hak atas identitas, pendidikan, kesehatan, perlindungan
dari kekerasan, serta ruang untuk menyampaikan pendapat dan mengembangkan
kemampuan.
Menurut pendekatan yang didorong melalui kegiatan tersebut, kesehatan dan
perlindungan anak tidak dapat dipisahkan.
Pemenuhan gizi perlu berjalan bersama pola pengasuhan yang tepat dan lingkungan yang mendukung agar anak dapat bertumbuh secara fisik, mental, dan sosial.
Suara anak turut menjadi bagian dari edukasi. Perwakilan Forum Anak Kabupaten
Gorontalo mengingatkan bahwa pilihan makanan
seharusnya mempertimbangkan manfaat gizinya bagi pertumbuhan, bukan semata-mata rasa atau kemewahan hidangan.
Pesan itu memperkuat ajakan kepada keluarga untuk lebih mengutamakan kualitas
makanan yang dikonsumsi anak.
Maryam juga menaruh perhatian pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang dimulai sejak kehamilan hingga anak berusia dua tahun.
Pemenuhan gizi ibu, pemberian ASI, makanan pendamping ASI sesuai tahapan usia, dan pemantauan pertumbuhan secara berkala merupakan aspek penting dalam mendukung tumbuh kembang anak pada fase tersebut.
Baca Juga: Tonny Junus Sebut Tak Harus Megah, Penting Rakyat Harus Merasakan Manfaatnya
Ia berharap kegiatan 'Maryam Go Menyapa' dapat memperluas pemahaman keluarga tentang pencegahan stunting sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap hak anak.
Edukasi yang dekat dengan kehidupan masyarakat diharapkan membantu orang tua
membangun kebiasaan sehat dan menciptakan rumah yang aman, nyaman, serta penuh kasih sayang.
Kegiatan itu dihadiri Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Gorontalo, Seviyanti Ransi Toma, Kepala DP3AP2KB Kabupaten Gorontalo, Ismail T. Akase, serta unsur pemerintah kecamatan dan kelurahan.
Melalui kolaborasi edukasi keluarga dan praktik pengolahan pangan, upaya pencegahan stunting diharapkan semakin dekat dengan kehidupan masyarakat.
Sebab, pemenuhan gizi dan perlindungan anak bukan hanya urusan program, melainkan tanggung jawab bersama yang dimulai dari rumah.(Mg-04).
Editor : Azis Manansang