Maryam Sofyan Puhi Ajak Keluarga Gorontalo Utamakan Gizi dan Hak Anak

Azis Manansang • Dipublikasikan Rabu, 21 Oktober 2026 | 20:03 WIB
Dalam kegiatan yang berlangsung di Kelurahan Hepuhulawa Kecamatan Limboto, Ketua TP PKK Maryam Sofyan Puhi mengajak keluarga lebih memperhatikan kebutuhan gizi, pola asuh, dan perlindungan anak.(F:Diskominfo)
Pada kegiatan yang berlangsung di Kelurahan Hepuhulawa Kecamatan Limboto, Ketua TP PKK Maryam Sofyan Puhi mengajak keluarga lebih memperhatikan kebutuhan gizi, pola asuh, dan perlindungan anak.(F:Diskominfo)

Gorontalopost, LIMBOTO – Makanan bergizi tidak harus mahal. Dengan  memanfaatkan bahan pangan yang tersedia di sekitar, 

keluarga tetap dapat menyiapkan hidangan sehat untuk mendukung pertumbuhan anak. 

Baca Juga: Polemik Dugaan Pungli Samsat Gorontalo, Danial Ibrahim Minta Maaf dan Siapkan Pembenahan Layanan

Pesan inilah yang diperkuat Ketua TP-PKK Kabupaten Gorontalo sekaligus Bunda Ramah  Anak, Ny. Maryam Sofyan Puhi, dalam upaya mencegah stunting di daerah tersebut.

Melalui kegiatan 'Maryam Go Menyapa' yang dipadukan dengan Program Dapur Sehat  Atasi Stunting (DASHAT), 

Maryam mengajak keluarga lebih memperhatikan kebutuhan gizi, pola asuh, dan 
perlindungan anak. Kegiatan berlangsung di Aula Kelurahan Hepuhulawa, Kecamatan  Limboto, Selasa (20/10/2026).

Bagi Maryam, keberhasilan pencegahan stunting tidak hanya ditentukan oleh intervensi  pemerintah. 

Perubahan kebiasaan di rumah, mulai dari pemilihan bahan makanan hingga cara orang  tua mendampingi anak, juga menjadi faktor penting yang perlu mendapat perhatian.

Ia mendorong para orang tua agar lebih cermat dalam memenuhi kebutuhan nutrisi anak  sekaligus membangun suasana keluarga yang penuh perhatian. 

Anak membutuhkan makanan yang cukup dan bergizi, tetapi juga kasih sayang, 
pengasuhan yang baik, serta lingkungan yang aman untuk berkembang.

Program DASHAT menjadi salah satu sarana untuk menerjemahkan edukasi tersebut ke dalam praktik sehari-hari. 

Peserta diperkenalkan pada cara memilih dan mengolah bahan pangan yang mudah 
diperoleh menjadi menu sehat bagi anak. 

Dengan demikian, pengetahuan mengenai gizi diharapkan tidak berhenti sebagai teori,  tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan keluarga.

Baca Juga: Diundang Dua Hari Sebelum Musrenbang, Walhi Tak Terima Draf RKPD 2027, Ombudsman Temukan Maladmini

Perhatian Maryam tidak hanya tertuju pada pencegahan stunting. Sebagai Bunda Ramah  Anak Kabupaten Gorontalo, 

ia juga menggarisbawahi pentingnya pemenuhan hak anak sejak dini, termasuk hak atas  identitas, pendidikan, kesehatan, perlindungan 

dari kekerasan, serta ruang untuk menyampaikan pendapat dan mengembangkan 
kemampuan.

Menurut pendekatan yang didorong melalui kegiatan tersebut, kesehatan dan 
perlindungan anak tidak dapat dipisahkan. 

Pemenuhan gizi perlu berjalan bersama pola pengasuhan yang tepat dan lingkungan yang  mendukung agar anak dapat bertumbuh secara fisik, mental, dan sosial.

Suara anak turut menjadi bagian dari edukasi. Perwakilan Forum Anak Kabupaten 
Gorontalo mengingatkan bahwa pilihan makanan 

seharusnya mempertimbangkan manfaat gizinya bagi pertumbuhan, bukan semata-mata  rasa atau kemewahan hidangan. 

Pesan itu memperkuat ajakan kepada keluarga untuk lebih mengutamakan kualitas 
makanan yang dikonsumsi anak.

Maryam juga menaruh perhatian pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK),  yang dimulai sejak kehamilan hingga anak berusia dua tahun. 

Pemenuhan gizi ibu, pemberian ASI, makanan pendamping ASI sesuai tahapan usia, dan  pemantauan pertumbuhan secara berkala merupakan aspek penting dalam mendukung  tumbuh kembang anak pada fase tersebut.

Baca Juga: Tonny Junus Sebut Tak Harus Megah, Penting Rakyat Harus Merasakan Manfaatnya

Ia berharap kegiatan 'Maryam Go Menyapa' dapat memperluas pemahaman keluarga  tentang pencegahan stunting sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap hak anak. 

Edukasi yang dekat dengan kehidupan masyarakat diharapkan membantu orang tua 
membangun kebiasaan sehat dan menciptakan rumah yang aman, nyaman, serta penuh  kasih sayang.

Kegiatan itu dihadiri Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Gorontalo, Seviyanti  Ransi Toma, Kepala DP3AP2KB Kabupaten Gorontalo, Ismail T. Akase, serta unsur  pemerintah kecamatan dan kelurahan.

Melalui kolaborasi edukasi keluarga dan praktik pengolahan pangan, upaya pencegahan  stunting diharapkan semakin dekat dengan kehidupan masyarakat. 

Sebab, pemenuhan gizi dan perlindungan anak bukan hanya urusan program, melainkan  tanggung jawab bersama yang dimulai dari rumah.(Mg-04).

Editor : Azis Manansang
Hak anak pencegahan stunting KABUPATEN GORONTALO Sofyan Puhi Ketua TP PKK