Ketika seseorang tertawa sambil menangis, hal itu bisa menjadi respons spontan terhadap situasi yang lucu atau menyenangkan. Namun, mengapa air mata juga ikut terlibat dalam reaksi ini? Apakah hal itu normal atau mungkin merupakan tanda dari sesuatu yang lebih serius?
Menurut penelitian, ketawa sambil nangis bisa dianggap sebagai hal yang normal dalam beberapa situasi. Misalnya, ketika seseorang mendengar sesuatu yang sangat lucu, tertawa yang diiringi oleh air mata dapat muncul secara alami.
Momen ini biasanya terjadi karena otot-otot wajah yang menegang dan berkontraksi, termasuk di area sekitar mata, memberi tekanan pada kelenjar air mata sehingga air mata pun keluar.
Namun, ketawa sambil nangis juga bisa menjadi tanda dari kondisi medis yang lebih serius. Misalnya, perubahan mood yang ekstrem yang sering terjadi pada penderita gangguan bipolar atau siklotimik.
Baca Juga: Ternyata Suhu Panas Berpotensi Mengancam Penglihatan Mata
Pada kondisi ini, seseorang dapat mengalami pergantian antara fase depresi yang disertai tangisan tersedu-sedu dengan fase manik yang penuh dengan tawa yang berlebihan.
Selain itu, ada juga gangguan neurologis yang disebut pseudobulbar affect (PBA), yang membuat seseorang mengalami ketawa atau tangisan tiba-tiba tanpa alasan yang jelas.
Pada kondisi ini, emosi yang terjadi tidak sesuai dengan situasi yang dialami, seperti tertawa keras di pemakaman atau menangis saat berada di pesta meriah.
Jadi, sementara ketawa sambil nangis mungkin normal dalam beberapa situasi, penting untuk memperhatikan konteks dan frekuensi terjadinya.
Jika kamu mengalami ketawa sambil nangis secara berlebihan atau tidak dapat mengontrolnya, berkonsultasilah dengan dokter atau psikolog untuk evaluasi lebih lanjut. (***)
Editor : Tesalonika Pontororing