Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Menghabiskan Waktu di Media Sosial? Ini Tanda Anda Sedang Alami Krisis Identitas

Nur Fadilah • Jumat, 16 Agustus 2024 | 15:30 WIB

 

Ilustrasi orang yang FOMO. (Freepik/wayhomestudio)
Ilustrasi orang yang FOMO. (Freepik/wayhomestudio)

GORONTALOPOST
-Dalam era digital saat ini, media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.

Namun, tidak jarang kita menemukan orang yang menghabiskan sebagian besar waktunya hanya untuk menggulir feed, mengunggah foto, atau mengecek jumlah "likes" dan komentar di postingan mereka. Kondisi ini bisa menjadi tanda dari sesuatu yang lebih dalam, yakni haus validasi dan krisis identitas.

Fenomena Haus Validasi

Haus akan validasi adalah kebutuhan untuk mendapatkan pengakuan dari orang lain, terutama dalam bentuk like, komentar, atau share di media sosial.

Bagi sebagian orang, setiap postingan yang mendapat banyak interaksi bisa menjadi sumber kepuasan dan kebahagiaan tersendiri.

Namun, ketika keinginan untuk divalidasi ini menjadi terlalu dominan, seseorang bisa saja menjadi sangat tergantung pada opini orang lain untuk merasa berarti.

Dr. Andini Kusuma, seorang psikolog klinis, menjelaskan bahwa “Haus validasi sering kali berakar pada rasa tidak aman yang mendalam. Seseorang yang merasa tidak cukup baik atau tidak berharga mungkin mencari pengakuan dari dunia luar untuk menutupi kekosongan di dalam dirinya.”

Krisis Identitas di Balik Layar

Lebih dari sekadar haus validasi, mereka yang terus-menerus mengejar pengakuan di media sosial mungkin juga sedang mengalami krisis identitas. Krisis ini bisa terjadi ketika seseorang merasa kehilangan arah atau tidak tahu siapa dirinya sebenarnya, dan kemudian berusaha menemukan identitasnya melalui pengakuan dari orang lain.

Penggunaan filter dan editan yang berlebihan untuk memperindah penampilan di media sosial juga menjadi salah satu tanda dari krisis identitas ini. Seseorang mungkin merasa bahwa identitas asli mereka tidak cukup baik atau menarik, sehingga mereka merasa perlu menciptakan versi diri yang 'lebih baik' secara online.

Dampak Jangka Panjang

Ketergantungan pada media sosial untuk validasi dapat memiliki dampak jangka panjang yang serius, baik secara mental maupun emosional.

Ketika seseorang terus-menerus mengukur nilai dirinya berdasarkan jumlah like atau followers, rasa harga diri mereka bisa menjadi sangat rapuh. Ini bisa menyebabkan perasaan cemas, depresi, dan bahkan menurunkan kualitas hubungan pribadi karena fokus yang berlebihan pada dunia maya.

“Jika seseorang tidak mulai mengatasi masalah ini, mereka mungkin akan semakin tenggelam dalam krisis identitas, yang pada akhirnya bisa memengaruhi seluruh aspek kehidupan mereka, mulai dari pekerjaan hingga hubungan sosial,” tambah Dr. Andini.

Apa yang Bisa Dilakukan?

Langkah pertama untuk mengatasi masalah ini adalah dengan mengenali tanda-tandanya. Jika Anda merasa terlalu bergantung pada pengakuan di media sosial, mungkin sudah saatnya untuk mengambil jeda dan mengevaluasi kembali hubungan Anda dengan platform tersebut.

Berfokus pada pengembangan diri yang autentik, membangun kepercayaan diri dari dalam, dan mencari dukungan dari lingkungan sosial di dunia nyata adalah langkah-langkah yang bisa membantu Anda kembali menemukan diri Anda yang sejati.

Dengan mengurangi ketergantungan pada media sosial dan meningkatkan kesadaran diri, Anda bisa mulai mengatasi haus validasi dan krisis identitas, dan pada akhirnya, menjalani kehidupan yang lebih sehat dan bermakna.(JPG)

Editor : Nur Fadilah
#kepribadian #validasi #medsos