Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Mengatasi Stigma, Kenapa Kita Harus Berhenti Menyebut ODGJ sebagai Orang Gila

Nur Fadilah • Kamis, 22 Agustus 2024 | 12:23 WIB

Ilustrasi: ODGJ
Ilustrasi: ODGJ

GORONTALOPOST
-Stigma terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di masyarakat masih kuat, dan salah satu bentuk stigma yang sering muncul adalah penggunaan istilah "orang gila." Namun, penting untuk memahami bahwa menyebut ODGJ dengan sebutan ini tidak hanya tidak pantas, tetapi juga berdampak negatif pada mereka.

Pertama, istilah "orang gila" mengandung konotasi yang sangat merendahkan dan diskriminatif.

Istilah ini sering kali dipakai secara sembarangan, tanpa mempertimbangkan dampak emosional dan psikologis pada individu yang terdampak.

Penggunaan istilah ini bisa membuat mereka merasa lebih tertekan dan terasing dari masyarakat, memperburuk kondisi mental mereka.

Kedua, bahasa yang merendahkan berpotensi memperkuat stigma sosial dan mencegah orang dengan gangguan jiwa untuk mencari bantuan. Ketika masyarakat menggunakan istilah yang negatif, hal ini bisa membuat ODGJ enggan mengungkapkan masalah mereka atau mencari perawatan yang mereka butuhkan.

Ketiga, penggunaan istilah ini tidak sesuai dengan prinsip penghargaan terhadap martabat manusia. Setiap individu, terlepas dari kondisi mentalnya, berhak mendapatkan perlakuan yang penuh rasa hormat dan empati.

Mengedukasi masyarakat tentang bahasa yang lebih sensitif dan inklusif adalah langkah penting untuk membangun kesadaran dan mengurangi stigma.

Agar bisa menciptakan lingkungan yang lebih mendukung dan empatik, penting bagi kita untuk memilih kata-kata dengan bijak dan mendukung ODGJ dengan cara yang positif dan penuh pengertian.(halodoc)

Editor : Nur Fadilah
#ODGJ #stigma