Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Krisis Talenta: Indonesia Berjuang Memenuhi Kebutuhan di Bidang Data Center,

Tina Mamangkey • Senin, 2 Oktober 2023 | 12:30 WIB
Ilustrasi: Talenta di bidang data center, kebutuhan mendesak bagi perkembangan era digital yang massif. ((Network World).)
Ilustrasi: Talenta di bidang data center, kebutuhan mendesak bagi perkembangan era digital yang massif. ((Network World).)

GORONTALOPOST - Dalam era yang semakin terhubung berkat kemajuan digitalisasi, data center memiliki peran yang semakin vital dalam menampung dan mengelola jumlah besar informasi yang dihasilkan oleh individu, bisnis, dan pemerintah. Data center, yang sering disebut sebagai pusat data, kini menjadi tulang punggung teknologi modern yang mendukung berbagai aspek seperti edge computing hingga kecerdasan buatan (artificial intelligence).

Dalam konteks ini, kebutuhan akan tenaga ahli di bidang Teknologi Informasi Komputer (TIK) di tingkat nasional semakin meningkat. Menurut perkiraan, Indonesia memerlukan hingga sembilan juta profesional TIK dalam kurun waktu 15 tahun sejak tahun 2020 hingga 2035, setara dengan sekitar 600 ribu talenta per tahun. Khususnya, industri data center membutuhkan sekitar 500 talenta yang bersertifikasi setiap bulannya.

Yana Haikal, Wakil Presiden Bisnis Data Center Schneider Electric Indonesia, menjelaskan bahwa perkembangan ini didorong oleh dukungan pemerintah serta peningkatan infrastruktur telekomunikasi. Tingginya permintaan untuk teknologi cerdas dalam industri dan bangunan yang dapat dikendalikan dari jarak jauh melalui internet juga memicu permintaan yang signifikan terkait data center di Indonesia.

Menurut Yana, "Volume ini diharapkan akan tumbuh dari USD 2,06 miliar pada tahun 2023 menjadi USD 3,98 miliar pada tahun 2028, dengan pertumbuhan tahunan rata-rata sekitar 14,09 persen selama periode perkiraan 2023-2028."

Selain itu, laporan dari Uptime Institute memperkirakan bahwa pada tahun 2025, setidaknya akan dibutuhkan 2,3 juta staf di seluruh dunia untuk mengelola dan menjalankan data center. Permintaan ini akan sebagian besar berasal dari perusahaan besar di bidang internet dan penyedia layanan colocation di wilayah Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika.

Di Indonesia, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pekerja lepas atau freelancer telah mencapai 46,47 juta orang, yang setara dengan sekitar 32 persen dari total angkatan kerja yang mencapai 146,62 juta jiwa pada Februari 2023.

Google memperkirakan bahwa ekonomi digital Indonesia akan tumbuh hingga mencapai USD 146 miliar pada tahun 2025, membuka peluang baru dalam ekonomi berbasis gig.

Perusahaan data center memiliki peluang besar untuk memanfaatkan pertumbuhan pekerja lepas ini untuk mengakses talenta profesional yang sangat fleksibel dan mampu menjalankan proyek dengan cepat tanpa perlu proses perekrutan yang memakan waktu.

Di Indonesia, Nusantara Data Center Academy adalah salah satu lembaga yang menawarkan program pendidikan khusus untuk data center, yang terbagi menjadi dua jalur utama.

Jalur pertama berfokus pada menciptakan tenaga kerja baru yang dilatih melalui sekolah dan institusi vokasi. Sementara itu, jalur kedua adalah untuk meningkatkan keterampilan pekerja yang sudah ada di ekosistem data center nasional, melalui program sertifikasi yang diakui secara global.

Terakhir, untuk mendukung ketersediaan talenta generasi berikutnya di bidang data center, para pemimpin industri dapat memainkan peran penting dalam menginspirasi generasi muda untuk mempertimbangkan karier di teknologi. Salah satu cara untuk mencapai ini adalah melalui program magang yang terkait dengan Teknologi Informasi (TI).

"Kekurangan talenta di bidang data center adalah masalah serius, tetapi bukan berarti tidak dapat diatasi. Dengan mengambil langkah-langkah untuk menciptakan tenaga kerja yang beragam dan inklusif, industri ini dapat tumbuh dan berkembang sesuai potensi digitalisasi yang besar," tandas Yana. (jpg)

Editor : Tina Mamangkey
#Talenta IT #teknologi informasi #data center