Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Mengungkap 7 Ciri Rumah Pembawa Sial Menurut Primbon Jawa

Tina Mamangkey • Jumat, 29 Maret 2024 | 22:18 WIB
7 ciri rumah pembawa sial menurut Primbon Jawa
7 ciri rumah pembawa sial menurut Primbon Jawa

GORONTALOPOST - Dalam tradisi Primbon Jawa, keyakinan akan adanya ciri-ciri rumah pembawa sial telah lama dikenal.

Dipercaya bahwa rumah yang tidak memperhatikan beberapa tanda tertentu dapat membawa kesialan bagi penghuninya.

Dilansir dari kanal youtube @Gandul tv, tujuh ciri ini yang dapat menjadi panduan bagi Anda untuk mengecek apakah rumah Anda termasuk dalam kategori ini.

Sebelum membahas tujuh ciri rumah pembawa sial, penting untuk memahami konsep Neptu kelahiran. Neptu adalah penanggalan Jawa yang menunjukkan energi atau kekuatan yang terkait dengan hari kelahiran seseorang.

Neptu kelahiran tertentu, seperti 9, 13, dan 17, dikaitkan dengan arah timur. Begitu juga dengan Neptu lainnya yang berkaitan dengan arah selatan, barat, dan utara.

Berikut adalah 7 ciri rumah pembawa sial berdasarkan primbon Jawa:

1. Arah Rumah yang Tidak 

Neptu Kelahiran 9, 13, dan 17, yang terkait dengan arah timur, diyakini membawa kesialan. Oleh karena itu, rumah yang menghadap ke arah timur sebaiknya dihindari. Penghuni rumah dengan neptu kelahiran ini mungkin akan merasakan keberuntungan yang kurang baik dan kesulitan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

2. Rumah yang Jarang Ditempati

Rumah yang sering kali kosong atau gelap dapat menjadi tempat yang rentan terhadap kehadiran makhluk gaib. Hal ini bisa disebabkan oleh kesibukan atau masalah sehari-hari yang membuat rumah menjadi kurang terawat. Kehadiran makhluk gaib ini diyakini dapat membawa energi negatif ke dalam rumah.

3. Pembuatan Rumah Tanpa Perhitungan Cermat

Membangun rumah tanpa perhitungan yang cermat dan asal-asalan dapat menjadi penyebab terciptanya lingkungan yang tidak harmonis. Prinsip perhitungan yang cermat sangat penting dalam tradisi Jawa untuk memastikan kesuksesan dan keberuntungan.

4. Tidak Adanya Puser di Tengah Rumah

Puser, atau pusar, adalah lubang di tengah-tengah rumah yang diyakini sebagai tempat keluar masuknya energi positif dan negatif. Tanpa adanya puser, rumah dianggap tidak seimbang secara energi dan dapat menjadi tempat berkumpulnya energi negatif.

5. Pemilik Rumah yang Belum 'Waktunya'

Menempati atau memiliki rumah sebelum 'waktunya', misalnya ketika masih muda atau belum memiliki pasangan hidup, diyakini dapat membawa kesialan. Dalam tradisi Jawa, memiliki rumah merupakan simbol kedewasaan dan stabilitas keluarga.

6. Tanpa Selamatan

Selamatan atau ritual keagamaan yang dilakukan sebelum atau sesudah membangun rumah diyakini dapat membawa berkah dan perlindungan bagi rumah dan penghuninya. Tanah yang akan dibangun rumah tanpa menjalani selamatan dianggap dapat membawa energi negatif.

7. Pembangunan Rumah Pokok dan Dapur Sebagai Satu Kesatuan

Dalam tradisi Jawa, membangun rumah pokok dan dapur secara bersamaan dianggap sebagai tindakan yang membawa sial. Pembangunan rumah pokok dan dapur sebaiknya dilakukan pada waktu yang berbeda karena memiliki perhitungan yang berbeda pula dalam tradisi Primbon Jawa.

Dalam rangka menjaga keharmonisan dan keberuntungan di rumah, memperhatikan ciri-ciri di atas dapat menjadi langkah awal yang penting. Namun, meskipun terdapat keyakinan tradisional yang kuat di baliknya, penting untuk diingat bahwa setiap keputusan terkait rumah dan kehidupan tetaplah menjadi hak prerogatif masing-masing individu.

Editor : Tina Mamangkey
#membangun rumah #primbon #Penghuni #neptu #ciri rumah pembawa sial #makhluk gaib