GORONTALOPOST - Menurut Primbon Jawa, wajah seseorang memiliki tanda atau ciri khas yang dapat mendatangkan energi positif, rezeki, dan keberuntungan.
Pengetahuan ini telah diwariskan turun-temurun oleh para leluhur Jawa dan tercantum dalam kamus kitab Primbon Jawa kuno.
Dilansir dari kanal youtube Hoki Tv, 6 tanda wajah yang menunjukkan seseorang sebagai pembawa rezeki dan keberuntungan menurut primbon Jawa:
1. Bentuk Wajah Simetris
Wajah simetris atau seimbang merupakan tanda pertama yang menunjukkan seseorang adalah pembawa rezeki dan keberuntungan. Orang dengan wajah simetris diyakini akan mendapatkan keberuntungan yang besar.
2. Alis Tebal
Alis tebal di wajah merupakan tanda kedua yang menunjukkan seseorang adalah pembawa rezeki dan keberuntungan. Semakin tebal alis seseorang, semakin besar energi positif yang mereka miliki dan semakin mudah mereka mendapatkan rezeki dan keberuntungan.
3. Hidung Besar
Hidung besar di wajah, baik mancung maupun pesek, merupakan tanda ketiga yang menunjukkan seseorang adalah pembawa rezeki dan keberuntungan. Hidung besar diyakini mampu menarik energi positif dan melancarkan rezeki.
4. Dagu Menggunung atau Kuat
Dagu yang menggunung atau kuat di wajah merupakan tanda keempat yang menunjukkan seseorang adalah pembawa rezeki dan keberuntungan. Dagu yang kuat melambangkan keteguhan dan tekad, yang diyakini dapat membawa keberhasilan dan rezeki.
5. Pipi Tembem
Pipi tembem di wajah merupakan tanda kelima yang menunjukkan seseorang adalah pembawa rezeki dan keberuntungan. Pipi tembem diyakini sebagai tanda kemakmuran dan keberlimpahan rezeki.
6. Jidat Lebar
Jidat lebar di wajah merupakan tanda keenam yang menunjukkan seseorang adalah pembawa rezeki dan keberuntungan. Jidat lebar melambangkan kecerdasan dan wawasan luas, yang diyakini dapat mengantarkan seseorang pada kesuksesan dan rezeki.
Penting untuk diingat bahwa tanda-tanda ini hanya sebagian kecil dari faktor yang menentukan rezeki dan keberuntungan seseorang. Faktor lain seperti kerja keras, tekad, dan doa juga berperan penting.
Editor : Tina Mamangkey