Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Depresi Turunan, Mitos atau Fakta? Temukan Jawabannya di Sini!

Tina Mamangkey • Selasa, 2 Juli 2024 | 20:59 WIB
Ilustrasi - Depresi adalah gangguan suasana hati yang serius
Ilustrasi - Depresi adalah gangguan suasana hati yang serius

GORONTALOPOST - Depresi merupakan kondisi serius yang mempengaruhi suasana hati seseorang secara mendalam, dapat mengurangi minat dan hasrat hidup, bahkan mencapai titik di mana muncul keinginan untuk bunuh diri.

Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah apakah depresi dapat diturunkan dalam keluarga?

Jawabannya, ya, faktor genetik memainkan peran penting dalam risiko seseorang mengalami depresi.

Genetik dan Risiko Depresi

Studi menunjukkan bahwa sekitar 40% dari individu yang mengalami depresi juga memiliki riwayat keluarga yang mengalami kondisi serupa.

Ini menunjukkan adanya hubungan erat antara faktor genetik dengan risiko terjadinya depresi.

Namun demikian, sekitar 60% kasus depresi disebabkan oleh faktor lingkungan dan faktor lain yang tidak hanya berkaitan dengan genetik.

Anak-anak dari orang tua yang mengalami depresi memiliki risiko tiga kali lipat lebih tinggi untuk mengalami depresi dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki riwayat keluarga depresi.

Risiko ini cenderung lebih tinggi pada wanita dibandingkan dengan pria, meskipun mekanisme pastinya masih menjadi fokus penelitian lebih lanjut.

Tidak hanya genetik, menghadapi atau merawat anggota keluarga yang mengalami depresi juga bisa meningkatkan risiko depresi dalam keluarga dari segi faktor lingkungan dan sosial.

Tingkat stres yang tinggi dalam mempertahankan dan mendukung individu dengan depresi dapat mempengaruhi kesehatan mental anggota keluarga yang lain.

Cara Melindungi Diri dari Depresi

Untuk mengurangi risiko terkena depresi, ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan:

1, Jaga Kehidupan Sosial yang Aktif

Bertemu dengan teman-teman atau melakukan aktivitas sosial dapat membantu melindungi Anda dari depresi.

2. Pentingnya Istirahat

Pastikan Anda mendapatkan waktu istirahat yang cukup dan kualitas tidur yang baik untuk menjaga kesehatan mental Anda.

3. Hindari Interaksi Negatif

Jauhi orang-orang yang sering membuat Anda merasa rendah diri atau cemas, dan dekatkan diri dengan orang-orang yang memberikan dukungan positif.

4. Terimalah Diri Anda Sendiri

Hindari menyalahkan diri sendiri dan belajarlah menerima keadaan dengan penuh rasa syukur.

5. Perhatikan Pola Makan

Konsumsi makanan sehat yang dapat menjaga keseimbangan mood Anda, seperti makanan kaya omega-3 dan asam folat.

6. Berkontribusi pada Orang Lain

Membantu orang lain atau menjadi sukarelawan dapat meningkatkan mood Anda secara keseluruhan.

7. Rencanakan dengan Realistis

Hindari menumpuk terlalu banyak tanggung jawab sekaligus, dan aturlah prioritas dengan bijak.

8. Batasan Media Sosial

Kurangi waktu yang dihabiskan di media sosial untuk mengurangi potensi perbandingan sosial yang merugikan.

9. Rajin Berolahraga

Olahraga teratur dapat membantu meningkatkan endorfin dan mengurangi risiko terkena depresi.

Meskipun faktor keturunan memiliki pengaruh besar dalam risiko terjadinya depresi, hal ini tidak berarti bahwa Anda tidak dapat melakukan apa pun untuk mengurangi risiko tersebut.

Dengan menjaga gaya hidup sehat, mengelola stres, dan menghindari faktor risiko, Anda dapat mengurangi kemungkinan terkena depresi.

Namun, jika Anda merasakan gejala depresi atau memiliki riwayat keluarga yang mempengaruhi, penting untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan mental untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Menjaga kesehatan mental adalah langkah penting dalam menjaga kualitas hidup Anda secara keseluruhan. ***

Sumber: Alodokter 

 

 

Editor : Tina Mamangkey
#genetik #depresi #keluarga #Resiko