Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Menguak Fakta di Balik Kanibalisme: Apa Jadinya Jika Kita Makan Daging Manusia?

Tina Mamangkey • Senin, 12 Agustus 2024 | 19:32 WIB
Ilustrasi - Menguak fakta di balik kanibalisme
Ilustrasi - Menguak fakta di balik kanibalisme

GORONTALOPOST - Kanibalisme, tindakan memakan daging sesama manusia, mungkin hanya terdengar dalam kisah-kisah horor atau film-film thriller.

Namun, apa yang sebenarnya akan terjadi jika kita benar-benar melakukannya di dunia nyata?

Bagaimana rasanya, dan apakah tindakan ini berbahaya bagi kesehatan kita?

Mari kita jelajahi fakta-fakta mengejutkan di balik praktik kanibalisme ini.

Rasa dan Bahaya Daging Manusia

Daging manusia, jika disajikan tanpa kita ketahui asal-usulnya, mungkin tak akan terlihat berbeda dari daging merah lainnya.

Secara penampilan, daging manusia bisa saja menyerupai daging sapi atau domba.

Lalu, bagaimana dengan rasanya?

Meski rasa daging sangat bergantung pada cara memasaknya, daging manusia kemungkinan besar akan terasa mirip dengan daging merah lainnya.

Namun, meskipun dalam kondisi tertentu daging manusia mungkin tidak berbahaya, ada satu bagian tubuh yang sangat harus dihindari: otak.

Otak manusia bisa saja mengandung protein abnormal yang disebut prion.

Jika terinfeksi dan kemudian dikonsumsi, prion ini dapat menyebabkan berbagai penyakit fatal seperti Kuru, yang ditandai dengan gejala seperti tremor, kesulitan bergerak, dan berbicara, hingga akhirnya berujung pada kematian.

Sejarah Kanibalisme: Dari Pengobatan Hingga Kelaparan

Meskipun terdengar mengerikan, praktik kanibalisme bukanlah hal baru dalam sejarah manusia.

Di Eropa pada zaman dahulu, berbagai bagian tubuh manusia digunakan sebagai bahan obat.

Banyak yang percaya bahwa bubuk mumi memiliki khasiat penyembuhan untuk berbagai penyakit.

Bahkan, permintaan yang tinggi terhadap bubuk mumi asli dari Mesir menyebabkan persediaannya habis, hingga muncul kasus pencurian mayat dari kuburan untuk dijadikan mumi palsu dan dijual di pasar gelap.

Tak hanya itu, ada beberapa suku di dunia yang secara tradisional melakukan kanibalisme.

Misalnya, di beberapa suku, anggota suku yang dianggap kerasukan roh jahat akan dimakan oleh sesama anggota suku sebagai bagian dari ritual untuk mengusir roh tersebut.

Selain kanibalisme yang bersifat ritualistik, ada juga kasus di mana kanibalisme dilakukan sebagai upaya bertahan hidup.

Dalam kondisi ekstrem, seperti kelaparan yang melanda, manusia bisa terpaksa memakan daging sesama demi menyelamatkan diri.

Contohnya adalah tragedi yang dialami para penjelajah di pegunungan yang terpaksa makan bangkai teman mereka yang sudah meninggal agar bisa bertahan hidup, atau korban kecelakaan pesawat di pegunungan Andes yang memakan jenazah penumpang lain demi kelangsungan hidup.

Kanibalisme di Dunia Hewan

Meskipun kanibalisme tampak mengerikan di mata manusia, praktik ini ternyata umum terjadi di dunia hewan.

Banyak spesies ikan yang memakan telur mereka sendiri, atau singa yang memakan anak dari kawanan musuhnya.

Di dunia serangga, ada laba-laba betina yang memakan pasangan jantannya setelah kawin untuk mendapatkan nutrisi tambahan.

Di sisi lain, ada juga kasus anak laba-laba yang memakan induknya sendiri setelah menetas, demi mendapatkan nutrisi yang mereka butuhkan untuk bertahan hidup.

Fenomena ini menunjukkan bahwa kanibalisme adalah bagian alami dari siklus hidup beberapa spesies di dunia hewan.

Menghindari Kanibalisme di Zaman Modern

Kanibalisme memang telah ada sejak ribuan tahun yang lalu, tetapi dengan kemajuan peradaban dan ketersediaan sumber pangan yang lebih beragam, praktik ini tidak lagi menjadi kebutuhan.

Selama kita masih memiliki akses ke berbagai jenis daging hewan lain yang lebih aman dan etis, tidak ada alasan bagi kita untuk mempertimbangkan daging manusia sebagai sumber makanan.

Kanibalisme, meskipun mungkin tidak selalu berbahaya, tetap merupakan tindakan yang sebaiknya dihindari dalam masyarakat modern.

***

Sumber: YouTube Kok Bisa?

Editor : Tina Mamangkey
#bahaya #daging manusia #kanibalisme #makan