Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Orang yang Suka Caper dan Pamer Kesedihan di Media Sosial, Punya 4 Ciri Kepribadian Ini Menurut Psikologi

Tina Mamangkey • Sabtu, 17 Agustus 2024 | 13:24 WIB
Ilustrasi - Orang yang suka pamer kesedihan atau cari perhatian di media sosial
Ilustrasi - Orang yang suka pamer kesedihan atau cari perhatian di media sosial

GORONTALOPOST - Dalam dunia digital yang semakin berkembang, media sosial telah menjadi platform utama bagi berbagai ekspresi diri, termasuk mencari perhatian dan pamer kesedihan.

Fenomena ini dikenal dengan istilah sadfishing, yakni ketika seseorang melebih-lebihkan atau bahkan memalsukan masalah emosional mereka untuk mendapatkan perhatian dan simpati dari orang lain.

Sadfishing: Fenomena Modern yang Memikat Perhatian

Sadfishing bukan sekadar tren, melainkan perilaku yang dapat memengaruhi dinamika sosial di dunia maya.

Istilah ini pertama kali muncul pada 2019 dan sejak saat itu, fenomena ini semakin sering dibahas oleh para ahli psikologi.

Melalui sadfishing, individu kerap mengunggah konten yang menunjukkan kesedihan mendalam, bahkan terkadang disertai dengan cerita yang dramatis, dengan harapan mendapatkan dukungan emosional dari orang lain.

Penelitian terbaru pada tahun 2023 yang diterbitkan dalam BMC Psychology menemukan bahwa remaja yang mengalami kecemasan dan tekanan cenderung menunjukkan perilaku mencari perhatian di media sosial.

Studi ini juga mengungkap bahwa mereka yang kurang memiliki dukungan sosial lebih rentan terlibat dalam tindakan sadfishing.

Menariknya, perilaku ini tidak merata antara jenis kelamin dan usia; remaja laki-laki lebih sering melakukannya selama masa pubertas, tetapi frekuensinya menurun seiring bertambahnya usia.

Sebaliknya, pada remaja perempuan, kecenderungan ini justru meningkat dengan bertambahnya usia.

Sadfishing sering kali berkaitan dengan karakteristik kepribadian tertentu yang membuat individu lebih rentan untuk mencari perhatian dengan cara ini. Dilansir dari laman Psikologi Today,  berikut empat ciri kepribadian yang sering terlibat dalam sadfishing:

1) Hubungan yang Mencemaskan

Orang dengan kecenderungan untuk pamer kesedihan sering kali memiliki hubungan yang mencemaskan.

Mereka sangat membutuhkan validasi dari orang lain dan merasa takut akan penolakan.

Perasaan cemas ini mendorong mereka untuk mencari perhatian di media sosial sebagai cara untuk merasa diterima dan dicintai.

2) Kepribadian yang Suka Mencari Perhatian

Studi menunjukkan bahwa orang dengan ciri-ciri gangguan kepribadian, seperti narsisme atau histrionik, lebih rentan terhadap perilaku sadfishing.

Mereka mencari perhatian dan validasi secara berlebihan dan merasa tidak nyaman ketika tidak menjadi pusat perhatian.

Media sosial menjadi arena yang sempurna bagi mereka untuk mendapatkan sorotan yang diinginkan.

3) Penyangkalan Emosional

Penyangkalan adalah mekanisme pertahanan di mana seseorang menghindari menghadapi perasaan atau situasi yang menyakitkan.

Mereka mungkin tidak benar-benar mengatasi masalah emosional yang mendasarinya dan justru memilih untuk melarikan diri ke media sosial.

Di sana, mereka mengekspresikan emosi secara berlebihan, berharap mendapatkan validasi dan simpati dari audiensnya.

Sayangnya, pelarian sementara ini tidak menyelesaikan masalah emosional yang sebenarnya.

4) Mabuk dan Keputusan Impulsif

Ketika berada di bawah pengaruh alkohol, seseorang bisa kehilangan kendali atas tindakan mereka.

Dalam keadaan seperti ini, mereka mungkin memposting konten emosional yang impulsif di media sosial, dengan tujuan mencari perhatian atau simpati.

Meskipun orang lain mungkin merespons dengan empati, ketika mereka menyadari bahwa konten tersebut dibesar-besarkan atau palsu, rasa kepercayaan bisa hilang.

Mengenali ciri-ciri kepribadian ini dapat membantu kita lebih waspada terhadap manipulasi emosional yang mungkin terjadi di media sosial.

Sebagai pengguna, penting untuk memilah-milah apa yang ingin kita bagikan di platform ini agar tidak menciptakan masalah di kemudian hari.

Sebaliknya, sebagai pengamat, memahami fenomena sadfishing dapat membuat kita lebih bijak dalam merespons konten yang kita temui.

Media sosial memang menawarkan banyak manfaat, namun juga membawa risiko ketika digunakan dengan cara yang salah.

Dengan pemahaman yang lebih baik tentang sadfishing dan ciri-ciri kepribadian yang menyertainya, kita bisa menjaga interaksi online tetap sehat dan bermanfaat.

***

Editor : Tina Mamangkey
#ciri kepribadian #psikologi #media sosial #kesedihan #pamer #Caper