GORONTALOPOST - Pernahkah Anda merasakan masa kecil di mana Anda merasa seperti tidak terlihat atau terlupakan?
Ternyata, perasaan ini dapat membentuk perilaku kita dengan cara yang tidak kita sadari.
Artikel ini akan membahas 10 perilaku yang sering ditunjukkan oleh orang-orang yang merasa terabaikan sebagai anak ketika mereka sudah dewasa.
Tujuannya bukan untuk menyalahkan siapapun, melainkan untuk memahami diri kita sendiri dengan lebih baik.
Mari kita telusuri perilaku-perilaku ini dan bagaimana mereka mempengaruhi kehidupan kita.
1. Kesulitan Mempercayai Orang Lain
Salah satu perilaku umum pada orang yang merasa diabaikan atau terabaikan sejak kecil adalah kesulitan dalam mempercayai orang lain.
Ini bukan berarti mereka selalu mencurigai orang di sekitar mereka atau merasa paranoid.
Sebaliknya, mereka seringkali merasa sulit untuk membuka diri dan mempercayai orang lain.
Pengalaman masa lalu di mana mereka tidak diperhatikan atau dihargai oleh orang-orang terdekat dapat membuat mereka ragu untuk mengandalkan orang lain.
Rasa kepercayaan yang terjaga ini merupakan mekanisme perlindungan yang mengakar pada pengalaman masa lalu mereka.
2. Berkutat dengan Harga Diri
Perasaan terabaikan atau tidak penting yang dialami semasa kecil dapat terus membayangi hingga dewasa.
Individu yang tumbuh dengan perasaan ini sering kali meragukan nilai diri mereka atau kemampuan mereka.
Mereka mungkin cenderung meremehkan pencapaian mereka sendiri dan mengabaikan pujian dari orang lain.
Bukan karena mereka mencari pengakuan, tetapi karena mereka benar-benar kesulitan untuk melihat nilai diri mereka sendiri.
Masalah harga diri ini seringkali berakar dari masa kecil ketika kontribusi atau perasaan mereka sering diabaikan.
3. Berlebihan dalam Menjadi Orang yang Selalu Memuaskan Orang Lain
Bagi sebagian orang, menjadi orang yang selalu ingin menyenangkan orang lain adalah cara untuk merasa diperhatikan dan dihargai.
Ini adalah sikap yang sering kali mereka kembangkan sebagai respons terhadap perasaan diabaikan di masa kecil.
Mereka mungkin merasa bahwa dengan membuat orang lain bahagia, mereka akhirnya akan mendapatkan pengakuan dan validasi yang mereka lewatkan saat masih muda.
Meskipun siklus ini sulit untuk dipecahkan, menyadari hal ini adalah langkah pertama menuju perubahan.
4. Mengembangkan Rasa Mandiri yang Kuat
Orang yang tumbuh dengan perasaan diabaikan sering kali mengembangkan rasa mandiri yang kuat.
Sejak usia dini, mereka belajar untuk mengandalkan diri mereka sendiri untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan mereka.
Hal ini karena mereka merasa bahwa mereka tidak dapat bergantung pada orang lain untuk memenuhi kebutuhan mereka.
Kemandirian ini dapat menjadi pedang bermata dua – sementara itu memupuk ketahanan dan kepercayaan diri, hal ini juga dapat membuat mereka kesulitan meminta bantuan saat dibutuhkan.
5. Membawa Ketakutan Terhadap Penelantaran
Ketakutan terhadap penelantaran adalah salah satu dampak signifikan dari perasaan terabaikan di masa kecil.
Banyak orang yang merasakan penelantaran emosional sebagai anak membawa ketakutan ini ke dalam kehidupan dewasa mereka.
Mereka khawatir bahwa orang-orang yang mereka cintai akan meninggalkan atau melupakan mereka.
Ketakutan ini dapat muncul dalam hubungan dan persahabatan, menyebabkan kecemasan dan ketegangan.
Mereka mungkin mempertahankan hubungan, bahkan yang tidak sehat, karena takut sendirian.
Dengan pengakuan dan dukungan, ketakutan ini bisa dikelola dan disembuhkan.
6. Menjadi Sangat Sensitif Terhadap Kritik
Kecenderungan untuk menjadi sangat sensitif terhadap kritik juga sering terlihat pada orang yang merasa diabaikan di masa kecil.
Kritik, bahkan yang terkecil, bisa terasa seperti serangan pribadi dan sangat mengganggu.
Sensitivitas ini berakar dari pengalaman masa lalu di mana perasaan mereka sering kali diabaikan atau tidak dihargai.
Tumbuh dengan perasaan terabaikan dapat membuat seseorang cenderung menganalisis komentar secara berlebihan dan mengambil hal-hal secara pribadi, meskipun tidak dimaksudkan demikian.
7. Mengidamkan Pengakuan
Kebutuhan untuk mendapatkan pengakuan adalah respons langsung dari kurangnya perhatian dan penghargaan di masa lalu.
Orang yang tumbuh dengan perasaan diabaikan sering kali merasa seperti mereka terus-menerus mengejar persetujuan dan pengakuan.
Mereka mungkin bekerja keras hanya untuk mendapatkan tepukan di punggung atau kata pujian.
Perasaan ini adalah hasil dari tidak mendapatkan cukup pengakuan atau perhatian saat masih muda.
8. Mengembangkan Kecenderungan Perfeksionis
Perilaku perfeksionis sering kali berkembang pada orang yang merasa diabaikan sebagai anak.
Mereka mungkin merasa tekanan besar untuk tampil sempurna, dengan keyakinan bahwa kesalahan atau kegagalan akan mengonfirmasi ketakutan mereka tentang ketidakpentingan atau ketidaklayakan mereka.
Perfeksionisme ini dapat menjadi mekanisme koping, cara mereka untuk mencoba mendapatkan pengakuan yang mereka rasa kurang di masa lalu.
Memahami akar dari perfeksionisme ini bisa menjadi langkah pertama untuk mengurangi tekanan yang dirasakan.
9. Kesulitan Mengungkapkan Emosi
Kebiasaan membangun "tembok" di sekitar diri mereka untuk melindungi perasaan mereka adalah ciri umum pada orang yang merasa diabaikan saat kecil.
Mereka mungkin kesulitan untuk mengungkapkan emosi mereka karena takut perasaan mereka akan diabaikan atau tidak dihargai, seperti yang mungkin terjadi di masa lalu mereka.
Perilaku ini dapat membuat mereka terlihat dingin atau jauh, tetapi sebenarnya, ini adalah cara mereka melindungi diri dari merasa terabaikan lagi.
10. Menjaga Jarak dengan Orang Lain
Orang yang merasa diabaikan sebagai anak sering kali menjaga jarak dengan orang lain.
Mereka mungkin membangun penghalang tak terlihat di sekitar diri mereka untuk mencegah kedekatan yang terlalu dalam.
Meskipun mereka mungkin terlihat aloof atau jauh, sebenarnya ini adalah cara mereka melindungi diri dari terluka atau diabaikan lagi.
Mereka berusaha menghindari kemungkinan rasa sakit emosional yang sama dengan menjaga jarak dari orang lain.
Dengan memahami perilaku-perilaku ini, kita dapat lebih baik mengenali dampak perasaan terabaikan pada diri kita sendiri dan orang-orang di sekitar kita.
Ini adalah langkah awal untuk mengatasi dan menyembuhkan dampak emosional dari masa lalu.
***
Sumber: ideapod
Editor : Tina Mamangkey