GORONTALOPOST - Pantang berhubungan seksual adalah satu-satunya cara yang dapat melindungi sepenuhnya dari risiko infeksi menular seksual (IMS) dan kehamilan.
Namun, banyak yang belum memahami bahwa pantang tidak harus dilakukan selamanya, bahkan jika sebelumnya sudah pernah berhubungan seksual.
Ini adalah pilihan pribadi yang bisa dilakukan kapan saja, misalnya, sampai merasa menemukan pasangan yang tepat.
Apa Itu Pantang Seksual?
Pantang berarti tidak melakukan hubungan seksual dalam bentuk apa pun, baik itu seks vaginal, oral, atau anal.
Pilihan ini sering diambil oleh mereka yang ingin sepenuhnya terlindungi dari IMS dan kehamilan, atau berdasarkan nilai-nilai agama dan moral pribadi.
Menurut sebuah studi nasional pada tahun 2019 di Amerika Serikat, sekitar 56,7% siswa kelas 12 pernah melakukan hubungan seksual.
Di seluruh siswa sekolah menengah, sekitar 38,4% mengaku pernah berhubungan seksual.
Statistik ini mencakup laki-laki dan perempuan, namun tidak mencakup identitas gender lainnya.
Memilih untuk tidak berhubungan seksual memberikan perlindungan 100% dari risiko IMS dan kehamilan.
Selain itu, banyak orang merasa lebih tenang secara emosional dan mental ketika memilih pantang, terutama jika mereka belum siap menghadapi konsekuensi fisik maupun psikologis dari hubungan seksual.
Tekanan untuk Berhubungan Seks: Apa yang Harus Dilakukan?
Dalam hubungan yang sehat, komunikasi adalah kunci utama. Jika merasa tertekan untuk berhubungan seks, bicarakan dengan pasangan tentang perasaan dan nilai-nilai yang Anda pegang.
Tidak ada alasan untuk malu atau merasa bersalah saat menolak melakukan hubungan seksual.
Keputusan ini adalah hak pribadi, dan sebaiknya dijelaskan sejak awal agar tidak ada kesalahpahaman.
Penting juga untuk menghindari situasi yang dapat membuat Anda merasa tertekan, seperti berada di tempat yang berpotensi memicu hasrat seksual atau pengaruh negatif, misalnya pesta dengan alkohol.
Jika perlu, berkonsultasilah dengan penyedia layanan kesehatan untuk mendapatkan saran yang tepat.
Banyak pria merasa bahwa seks adalah bagian dari maskulinitas, namun pandangan ini bisa menimbulkan tekanan yang tidak perlu.
Keputusan untuk berhubungan seks atau tidak, tidak mempengaruhi maskulinitas atau identitas seseorang.
Jangan pernah merasa harus membenarkan keputusan untuk tidak berhubungan seks, karena ini adalah pilihan pribadi yang sah.
Membicarakan topik seks dengan orang dewasa yang Anda percayai, seperti orang tua, wali, konselor, atau tenaga kesehatan, bisa sangat membantu.
Mereka dapat memberikan perspektif yang mendukung dan membantu Anda mengambil keputusan yang tepat.
Jujur pada penyedia layanan kesehatan tentang kehidupan seksual Anda juga sangat penting, karena mereka bisa membantu Anda melindungi diri dan menjaga kesehatan.
Apakah Anda Sudah Siap untuk Berhubungan Seks?
Menentukan kapan siap berhubungan seks bukanlah keputusan yang mudah.
Hasrat fisik mungkin muncul, tetapi penting untuk juga mendengarkan pikiran dan nilai-nilai Anda.
Jika merasa ragu atau belum yakin, tunggulah sampai Anda benar-benar merasa siap.
Berpantang tetap menjadi cara paling aman untuk menghindari kehamilan dan IMS, dan yang paling penting, Anda tidak boleh merasa terpaksa untuk melakukannya.
Mengambil Keputusan yang Tepat untuk Diri Sendiri
Kebanyakan remaja mengakui bahwa menolak ajakan berhubungan seks adalah hal yang sulit, namun keputusan ini sangat penting dan memiliki konsekuensi besar.
Pilihan untuk tidak berhubungan seks tetap memungkinkan Anda dekat dengan pasangan tanpa harus melibatkan aktivitas seksual.
Berbicara dengan seseorang yang Anda percaya akan membantu Anda tetap setia pada nilai-nilai dan perasaan pribadi.
Kesimpulan
Berpantang seksual adalah pilihan yang bijak, baik dari segi kesehatan maupun emosi.
Keputusan ini memberi Anda kendali penuh atas tubuh dan kesehatan Anda, serta melindungi dari risiko kehamilan dan IMS.
Jangan pernah merasa tertekan untuk melakukan sesuatu yang Anda belum siap, dan pastikan selalu berkomunikasi dengan pasangan serta mencari dukungan dari orang-orang yang Anda percayai.
***
Sumber: youngmenshealthsite.org
Editor : Tina Mamangkey