GORONTALOPOST - Menjalin hubungan romantis adalah salah satu pengalaman yang dilalui setiap orang dalam fase kehidupan mereka.
Menurut Erik Erikson, pada usia 18 hingga 40 tahun, individu memasuki tahap yang disebut "intimacy vs isolation." Di sini, manusia cenderung membangun hubungan intim dengan orang lain, berusaha menciptakan ikatan jangka panjang.
Namun, proses pendekatan atau PDKT (pendekatan awal) tidak selalu berjalan mulus. Rasa cemas, kurang percaya diri, dan bingung sering kali menghalangi langkah awal ini.
Lantas, apa yang perlu dilakukan selama proses PDKT untuk mengenali dan menjajaki orang yang potensial untuk mendampingi kita? melansir dari Hati Plong adalah sebagai berikut:
1. Kenali Diri Sendiri
Sebelum memulai hubungan, sangat penting untuk memastikan bahwa kita tidak terjebak dalam pola yang sama dengan pengalaman traumatis di masa lalu.
Pertanyaan seperti, “Apakah orang ini mengingatkanku pada seseorang di masa kecilku?” bisa membantu kita merenungkan pilihan yang diambil.
Banyak dari kita cenderung memilih pasangan dengan karakteristik yang familiar. Misalnya, jika kita merasa didominasi sebagai anak-anak, kita mungkin mencari pasangan yang tegas dan mengontrol.
Oleh karena itu, memahami diri sendiri dan sejarah emosional sangatlah krusial. Jika perlu, bantuan profesional dapat menjadi langkah yang bermanfaat.
2. Tentukan Kriteria
Setelah memahami diri sendiri, langkah selanjutnya adalah menetapkan kriteria untuk pasangan.
Hal ini akan lebih mudah dilakukan jika kita telah mengenali kebutuhan dan harapan pribadi. Beberapa kriteria minimum dalam hubungan sehat meliputi saling menghargai, kepercayaan, komitmen, komunikasi yang baik, dan ketertarikan fisik.
Sementara itu, sifat, penampilan fisik, dan kecerdasan bisa berbeda-beda sesuai dengan preferensi masing-masing individu.
3. Sadari Suara Kritis dalam Diri
Rasa cemas dan kurang percaya diri sebelum memulai PDKT adalah hal yang wajar. Seringkali, kita terjebak dalam pikiran negatif, seperti “Aku pasti terlihat bodoh” atau “Dia tidak membalas chat, berarti aku tidak menarik.” Suara-suara ini, meskipun kadang membantu dalam evaluasi diri, bisa menghalangi kepercayaan diri kita.
Oleh karena itu, penting untuk memberi diri kita waktu untuk beristirahat dan menjauh dari pikiran negatif.
Cobalah untuk menguji kembali suara kritis tersebut dengan melihat bukti nyata yang ada.
4. Dapatkan Perhatiannya
Menarik perhatian orang yang kita sukai bisa dilakukan dengan menunjukkan ketertarikan pada kehidupannya. Penting untuk bersikap peka terhadap situasi dan batas privasi.
Awali dengan membahas aktivitas atau minat yang dimilikinya. Seiring berjalannya waktu, jika pembicaraan semakin nyaman, kita bisa memperdalam topik ke nilai-nilai dan pandangan hidup masing-masing.
Interaksi yang sering akan meningkatkan ketertarikan di antara kita.
5. Jangan Takut untuk Terbuka
Salah satu tantangan dalam menjalin hubungan adalah membuka diri. Ketakutan untuk terluka, terutama jika ada pengalaman traumatis sebelumnya, sering kali membuat kita menarik diri.
Namun, penting untuk diingat bahwa setiap hubungan membawa risiko, dan tidak ada orang yang dapat sepenuhnya membahagiakan kita.
Memahami reaksi defensif yang muncul serta menyadari bahwa setiap pengalaman masa lalu berbeda dengan situasi saat ini adalah langkah penting untuk membangun kedekatan.
6. Kelola Harapan
Setiap proses PDKT dapat berujung pada dua kemungkinan: hubungan yang sukses atau berakhir.
Oleh karena itu, penting untuk siap menghadapi kedua kemungkinan tersebut dan menghargai keputusan pasangan.
Jika hubungan tidak berlanjut, ingatlah bahwa itu bukan tanda kegagalan atau kurangnya nilai diri. Setiap pengalaman adalah kesempatan untuk belajar dan tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.
---
PDKT adalah proses yang penting untuk menjalin hubungan yang bermakna.
Dengan mengenali diri sendiri, menetapkan kriteria, dan mengelola ekspektasi, kita dapat meningkatkan peluang untuk menemukan pasangan yang tepat.
Selamat mencoba dan semoga perjalanan jatuh cinta ini membawa banyak kebahagiaan!
***
Editor : Tina Mamangkey