GORONTALOPOST - Sejak zaman dahulu kala, manusia selalu mencari cara untuk mengungkap kebenaran dan mendeteksi kebohongan.
Di berbagai penjuru dunia, terdapat ritual yang unik dan ekstrem, masing-masing menawarkan pendekatan berbeda dalam mencari kebenaran.
Dari sumpah pocong di Indonesia hingga menjilat besi panas di Timur Tengah, berikut adalah kisah-kisah menarik tentang bagaimana budaya yang berbeda di seluruh dunia dirangkai dengan cara-cara yang tak biasa .
Sumpah Pocong di Indonesia
Di Indonesia, terdapat ritual menyeramkan yang digunakan untuk menyelesaikan penyelesaian yang sulit dibuktikan, yaitu sumpah pocong.
Tradisi ini berasal dari budaya Jawa dan menggabungkan unsur-unsur kepercayaan Islam dengan adat istiadat lokal.
Seseorang yang bersumpah akan dibungkus dengan kain kafan putih seperti jenazah, kemudian dibawakan di tempat suci seperti masjid atau area pemakaman.
Dalam proses tersebut, orang itu bersumpah bahwa dia berkata jujur dan siap menerima risiko kutukan atau bahkan kematian jika berbohong .
Kepercayaan ini menjadikan sumpah pocong dianggap sebagai jalan terakhir dalam penyelesaian perdamaian.
Ritual Pendeteksi Kebohongan di Afrika
Di Afrika, ritual unik digunakan untuk membuktikan kejujuran seseorang menggunakan bahan sederhana seperti rumput atau lidi.
Dalam salah satu cara, rumput terikat seperti palang dan diletakkan di pintu masuk.
Orang yang bersalah tidak akan bisa melewatinya, sementara yang jujur bisa melewatinya dengan mudah.
Cara lain melibatkan duduk di kursi, di mana jika seseorang bersedia, rumput akan menjeratnya .
Menjilat Besi Panas di Timur Tengah
Di Mesir, suku Ayaidah menggunakan ritual bisaah untuk menentukan seseorang berbohong atau tidak.
Dalam ritual ini, seseorang harus menjilat sendok atau batang besi panas di hadapan penguasa suku. Jika lidah mereka melepuh, itu berarti mereka bersalah.
Sebaliknya, jika tidak ada cedera, mereka dianggap tidak bersalah. Ritual ini dipercaya karena orang yang gugup memiliki mulut kering, sehingga lidah mereka lebih mudah melepuh saat bersentuhan dengan logam panas.
Memegang Linggis Panas di Indonesia
Di Sulawesi Selatan, suku Kajang memiliki ritual bernama atunupan roli atau ritual memegang besi panas.
Ritual ini digunakan untuk mengetahui kejujuran seseorang dalam komunitas.
Seluruh masyarakat berkumpul dan dalam prosesi upacara, linggis dibakar hingga berwarna kemerahan.
Orang yang diduga bersalah harus memegang linggis panas tersebut. Jika orang tersebut jujur, linggis tidak akan terasa panas.
Sebaliknya, jika mereka berbohong, tangan mereka akan melepuh seketika. (sch)
Editor : Tina Mamangkey