Game tembak-tembakan Wardeka bikin geger di dunia esports Sulawesi Utara.
Game ini dikembangkan murni oleh BigDade Studio, tanpa lagi melibatkan Majamojo.
Wardeka tampil beda dengan gaya cyberpunk berpadu nilai budaya lokal.
Baru-baru ini, Wardeka jadi game utama dalam ajang Warbiasa Governor League 2025 di Sulawesi Utara.
Event ini digagas oleh Dinas Pariwisata Sulut dan Manado Post, mendapatkan dukungan langsung dari Gubernur Sulut.
Dengan format hybrid—online & offline—turnamen ini dijadwalkan berlangsung pada September 2025 menjelang HUT Sulut dan Sumpah Pemuda.
Wardeka hadir dalam berbagai mode kompetisi seperti Deathmatch 5v5, batal-lapangan, Capture the Flag, dan Search & Destroy.
Baca Juga: Ternyata Bermain Video Game Bisa Bikin Otak Lebih Cerdas!
Turnamen ini jadi bukti bahwa Wardeka bukan hanya game, tapi platform promosi pariwisata Sulut secara digital.
Sebelumnya di tahun 2024, Wardeka sempat dimainkan di event Warbiasa Dandim League dengan antusiasme tinggi dari tim lokal.
Lebih segar lagi, pada Xpresi Party 2025 (23–24 Mei) Wardeka menyabet panggung eSports di Manado Town Square 3.
Kompetisi antar siswa SMA terbukti sukses membangkitkan semangat bela negara digital.
Event ini diselenggarakan oleh ESI Sulut dan komunitas MRDP, dengan dukungan teknis langsung dari BigDade.
Wardeka dilaporkan menjadi ajang kolaborasi kreatif—menggabungkan digital, budaya lokal dan esports regional.
CPO BigDade, Andreuw Lengkong, menegaskan bahwa Wardeka juga dirancang untuk mencerminkan semangat kebangsaan dan budaya Indonesia Timur.
Secara teknis, pertandingan berjalan profesional dan fair melalui sistem single-elimination draft, BO3, lengkap dengan map acak.
Melalui peta “Edonisia”, Wardeka menanamkan ikon lokal seperti seni Minahasa, gapura, dan senjata tradisional.
Karakter seperti Vanguard dan Maverick memperlihatkan desain kombatan futuristik dengan nuansa lokal Sulawesi.
BigDade Studio sebagai pengembang resmi hadir langsung pada event untuk dukungan teknis dan motivasi tim lokal.
Turunnya dukungan pemerintah dan instansi lokal menjadikan Wardeka bagian dari strategi digitalisasi pariwisata di Sulut.
Animo tinggi dari pelajar, komunitas dan penonton diprediksi akan memperluas pengaruh Wardeka ke kancah nasional maupun regional.
Wardeka kini naik kelas: bukan sekadar game, tapi juga medium nasionalisme dan soft power budaya lewat esports.
(rm)
Editor : Priska Watung