GORONTALOPOST - Dulu, game dianggap cuma hiburan pengisi waktu kosong. Sekarang, game sudah jadi bagian dari gaya hidup anak muda.
Mulai dari anak sekolah dasar sampai mahasiswa, semua pasti punya minimal satu game favorit di HP atau PC mereka.
Banyak game yang digandrungi anak muda, seperti Mobile Legends, Free Fire, PUBG Mobile, Genshin Impact, sampai Stumble Guys.
Game bukan cuma tempat hiburan. Sekarang, ada banyak yang menjadikan game sebagai ladang prestasi.
Kompetisi e-sports makin ramai. Turnamen-turnamen besar pun sering digelar, baik tingkat lokal, nasional, bahkan internasional.
Hadiah yang ditawarkan pun bikin ngiler. Bisa puluhan juta hingga miliaran rupiah hanya dari bermain game.
Bukan cuma skill, tapi juga kerja sama tim dan mental yang kuat jadi kunci kemenangan di dunia e-sports.
Orang tua zaman dulu mungkin susah percaya bahwa main game bisa menghasilkan uang. Tapi kenyataannya, banyak anak muda sekarang yang sukses dari sini.
Streamer di YouTube dan TikTok juga makin banyak. Mereka bisa dapat penghasilan dari donasi, iklan, dan sponsor.
Meski begitu, dunia game bukan tanpa tantangan. Salah satu yang sering dibahas adalah soal waktu bermain yang tidak terkontrol.
Kalau tidak bisa atur waktu, game justru bisa bikin lupa belajar, lupa makan, bahkan lupa istirahat.
Maka dari itu, penting untuk tetap seimbang. Main boleh, tapi jangan sampai ganggu aktivitas utama, apalagi kesehatan.
Selain game luar negeri, kini game lokal juga mulai unjuk gigi dan patut dibanggakan.
Baca Juga: Wardeka – Game Lokal Siap Meledak di Warbiasa Governor League 2025
Salah satunya adalah Wardeka, game lokal yang mengusung konsep dunia terbuka dengan elemen budaya Nusantara. Game ini menjadi salah satu bukti bahwa Indonesia juga bisa menciptakan karya keren.
Wardeka membuktikan bahwa kreativitas anak bangsa bisa bersaing di dunia game. Dengan kualitas visual yang menawan dan konsep cerita yang unik, game ini pantas untuk jadi perhatian lebih.
Bahkan, banyak gamer luar negeri yang penasaran dengan game buatan Indonesia ini. Ini tentu jadi kabar baik bagi industri kreatif nasional.
Menurut Kementerian Kominfo, industri game di Indonesia terus berkembang dengan potensi besar di pasar Asia Tenggara.
Dilansir dari Statista, pendapatan dari industri game Indonesia diprediksi mencapai lebih dari USD 2 miliar pada 2026.
Game bisa jadi masa depan karier, bukan cuma tempat pelarian. Tapi semua itu butuh kesadaran, kedisiplinan, dan dukungan dari lingkungan.
Kalau dikelola dengan baik, game justru bisa jadi alat untuk belajar, berkembang, dan membangun masa depan.
(rm)
Editor : Priska Watung