Dunia game Indonesia makin ramai dengan hadirnya Wardeka, sebuah game third-person shooter (TPS) yang menyatukan aksi futuristik dan unsur budaya lokal.
Game ini dikembangkan oleh BigDade Studio, sebuah studio gim asal Manado yang baru naik daun di kalangan gamer dalam negeri.
Wardeka bukan sekadar game perang biasa. Ia menawarkan pengalaman bertempur modern dengan nuansa etnik khas Indonesia.
Saat bermain, kamu akan menjelajahi peta dengan bangunan yang punya unsur arsitektur Nusantara dan latar suasana seperti pasar malam lokal bercampur neon khas dunia cyberpunk.
Gim ini mengusung latar masa depan yang hancur oleh konflik korporasi dan perlawanan rakyat, di mana dua faksi utama bertarung memperebutkan kendali kota.
Faksi tersebut adalah Vanguard, pasukan bersenjata elite dari perusahaan global, dan Maverick, gerakan rakyat yang berjuang mempertahankan kebebasan mereka.
Menurut BigDade Studio, konsep Wardeka terinspirasi dari realita sosial yang dibungkus dalam dunia fiksi cyberpunk yang kental dan relatable.
Wardeka tidak hanya membawa gameplay intens, tapi juga menyisipkan nilai-nilai kultural lewat desain senjata, kostum karakter, dan musik latar.
Misalnya, ada karakter bernama Lulo yang mengenakan armor berbasis desain pakaian tradisional Sulawesi dengan modifikasi digital yang futuristik.
Tidak sedikit pemain yang menyebut Wardeka sebagai “PUBG rasa lokal”, tapi dengan grafis lebih unik dan atmosfer yang lebih mendalam.
Baca Juga: Wardeka – Game Lokal Siap Meledak di Warbiasa Governor League 2025
Selain itu, Wardeka juga mengangkat konsep “ruang digital merdeka”, di mana pemain bisa menciptakan server komunitas sendiri untuk bermain bersama.
Game ini juga memuat sistem peringkat dan arena 5v5 berbasis skill, bukan sekadar equipment, yang membuatnya adil dan kompetitif.
Dilansir dari akun resmi @wardekaofficial di Instagram, game ini sedang dalam tahap open beta dan mendapat banyak feedback positif dari gamer Indonesia.
BigDade Studio mengatakan, salah satu tantangan utama mereka adalah menyatukan elemen budaya tanpa membuat gameplay terasa "kuno".
Menurut Denny B. — lead developer Wardeka, tujuan mereka adalah membuat anak muda bangga dengan budaya sendiri, bahkan dalam game modern.
Wardeka menjadi contoh bagaimana game buatan lokal bisa tampil keren tanpa harus meniru mentah-mentah gaya Barat atau Jepang.
Dengan engine buatan sendiri, Wardeka membuktikan bahwa pengembang lokal bisa mandiri secara teknologi dan tetap bersaing secara kualitas.
Game ini bisa menjadi langkah awal munculnya lebih banyak gim lokal berkualitas, yang tidak cuma jualan tembak-tembakan, tapi juga punya identitas.
Wardeka saat ini bisa dimainkan di PC dan tengah bersiap untuk peluncuran versi mobile dengan spesifikasi ringan.
Banyak komunitas game lokal sudah mulai membuat konten Wardeka di TikTok dan YouTube, memperkenalkannya ke pasar yang lebih luas.
Kalau kamu ingin main game online yang seru, penuh taktik, dan tetap mencerminkan budaya Indonesia, Wardeka layak banget dicoba.
Dengan semangat "main sambil melestarikan", Wardeka bukan sekadar hiburan, tapi juga bentuk baru dari kebanggaan lokal dalam dunia digital.
(rm)
Editor : Priska Watung