Pernah nggak sih kamu membayangkan bisa melihat kembali mimpi kamu semalam? Ternyata teknologi seperti ini sekarang sudah mulai dikembangkan!
Para ilmuwan di Jepang dan Amerika Serikat sedang meneliti cara untuk merekam mimpi manusia menggunakan teknologi fMRI dan kecerdasan buatan.
Menurut laporan dari Scientific American, para peneliti di ATR Computational Neuroscience Laboratories di Jepang telah memanfaatkan fMRI (functional Magnetic Resonance Imaging) untuk membaca aktivitas otak saat seseorang sedang tidur.
Mereka kemudian menghubungkan data itu dengan kecerdasan buatan (AI) untuk memvisualisasikan gambar-gambar yang muncul di dalam mimpi.
Hasilnya cukup mencengangkan. Mereka berhasil menampilkan ulang gambar-gambar kasar dari mimpi seseorang melalui komputer.
Bayangkan saja, suatu hari kamu bisa nonton ulang mimpi seperti nonton film! Tapi tenang, teknologi ini masih dalam tahap uji coba.
Selain itu, ada juga teknologi yang mampu menerjemahkan pikiran ke dalam bentuk suara. Teknologi ini disebut “Silent Speech Interface”.
Dilansir dari Nature Neuroscience, para ilmuwan dari UC San Francisco telah mengembangkan alat yang bisa membaca sinyal otak dan mengubahnya menjadi kata-kata.
Ini sangat membantu bagi orang yang kehilangan kemampuan bicara, seperti penderita stroke atau ALS.
Dengan memakai elektroda di otak, alat ini membaca gelombang otak saat seseorang membayangkan kata-kata, lalu diterjemahkan oleh AI menjadi suara digital.
Mirip seperti teknologi di film fiksi ilmiah, tapi sekarang sudah mulai nyata digunakan.
Fakta ketiga yang bikin geleng-geleng kepala adalah teknologi bernama “Neural Dust.” Ini adalah partikel kecil seperti debu yang bisa masuk ke tubuh dan memantau kesehatan secara real-time.
Menurut laporan dari IEEE Spectrum, teknologi ini dikembangkan oleh Universitas California, Berkeley. Ukurannya sangat kecil, bahkan lebih kecil dari sebutir nasi.
Neural Dust ditanam di dalam tubuh dan bisa mengirimkan data kesehatan seperti suhu, detak jantung, hingga sinyal saraf.
Bayangkan kalau tubuh kita seperti sistem komputer, dan chip ini adalah sensor yang membaca semua aktivitas dari dalam.
Teknologi ini diprediksi akan sangat berguna untuk pengobatan penyakit kronis dan pemantauan kesehatan secara konstan tanpa harus ke rumah sakit.
Ketiga teknologi ini memang belum digunakan secara massal, tapi perkembangannya sangat cepat.
Para ilmuwan percaya bahwa dalam 10–20 tahun ke depan, kita akan hidup di dunia yang benar-benar berbeda karena kecanggihan ini.
Beberapa pihak juga memperingatkan soal risiko privasi dan etika jika teknologi ini tidak diawasi dengan baik.
Misalnya, rekaman mimpi atau pikiran bisa disalahgunakan jika jatuh ke tangan yang salah.
Namun jika dikembangkan dengan benar, teknologi seperti ini bisa menyelamatkan banyak nyawa dan membuka jalan baru dalam dunia medis dan komunikasi.
Kita sedang hidup di masa di mana hal-hal yang dulu cuma ada di film sci-fi, sekarang mulai jadi kenyataan.
Baca Juga: Turut Bangun Pondasi SDM Unggul, BRI Perkuat Pendidikan di Daerah 3T dengan Teknologi
Jadi, jangan kaget kalau suatu saat nanti kamu bisa melihat ulang mimpimu sambil sarapan pagi.
(at)
Editor : Priska Watung