Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Stres Hari Senin Tersimpan di Rambutmu? Faktanya Bikin Deg‑degan!

Priska Watung • Rabu, 30 Juli 2025 | 11:51 WIB

ilustrasi orang stress berefek ke rambut
ilustrasi orang stress berefek ke rambut

Studi baru mengungkap fenomena biologis mengejutkan: stres pada hari Senin bisa menempel di tubuh selama berminggu-minggu.

Penelitian melibatkan lebih dari 3.500 orang dewasa usia lanjut melalui English Longitudinal Study of Ageing (ELSA).

Ternyata, peserta yang merasa cemas saat Senin menunjukkan kadar hormon stres kortisol yang meningkat hingga 23 % sepanjang dua bulan ke depan.

Menariknya, peningkatan tersebut terjadi tidak hanya pada pekerja, tapi juga para pensiunan—yang sering berpikir “Senin itu kerja, masa pensiun ada cemas?” ternyata tetap merasakan efek fisiknya.

Kadar kortisol tinggi diketahui berkaitan erat dengan risiko penyakit jantung dan tekanan darah tinggi jangka panjang.

Para peneliti menyebut fenomena ini sebagai “Anxious Monday effect”—alias efek kecemasan pagi Senin yang menumpuk dalam tubuh.

Hal ini terjadi karena sistem hormon HPA (hipotalamus‑pituitari‑adrenal) yang bereaksi kuat terhadap kecemasan di awal pekan.

Efeknya tidak hanya emosional. Kortisol terkumpul di folikel rambut selama sekitar dua bulan, sehingga bisa diukur secara biologis.

Jadi, stres yang kamu rasakan pada Senin dan berpikir “sudah hilang” sebenarnya masih meninggalkan jejak dalam tubuh.

Peneliti memperingatkan dampak jangka panjang di sistem kardiovaskular—memicu tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.

Temuan ini penting karena banyak orang meremehkan stres Senin—padahal efeknya bisa mengendap lebih dari sekadar rasa nggak mood.

Bagi orang dewasa terutama yang sudah tua, kontrol emosi sehari-hari jadi sangat penting demi kesehatan panjang usia.

Beberapa langkah disarankan sebagai antisipasi, antara lain: latihan pernapasan ringan Sabtu-Minggu, tidur teratur, refleksi pikiran di malam Minggu.

Menurut para ahli, kesadaran menjalani Sunday evening reset bisa bantu mengurangi dampak kecemasan Senin yang membuat hormon stres membanjir.

Walau bukan solusi instan, teknik seperti mindfulness, leisure ringan, dan tidur konsisten bisa bantu mengurangi lonjakan hormon.

Studi ini jadi pengingat bahwa sehat mental juga soal nge-manage tekanan sosial dan emosional harian sejak Senin pagi.

Fakta ini juga bisa jadi motivasi untuk menata rutinitas akhir pekan: bukan cuma liburan, tapi persiapan mental sebelum pekan baru dimulai.

Baca Juga: Hindari 7 Kebiasaan Ini Jika Ingin Masa Tua Tenang dan Bebas Stres, Menurut Psikologi

(at)

Editor : Priska Watung
#Fakta Psikologi #hormon kortisol #psikologi #kesehatan jantung #stress