GORONTALOPOST - Duduk di depan pintu mungkin terasa santai dan menyenangkan, apalagi sambil menikmati udara segar. Tapi di banyak budaya, posisi duduk ini dianggap pantangan.
Di Indonesia, khususnya budaya Jawa dan Sunda, duduk di depan pintu dipercaya bisa menghalangi rezeki dan jodoh.
Cerita ini sering dipakai orang tua untuk menegur anak-anak yang duduk sembarangan di pintu rumah.
Menurut kepercayaan lama, pintu adalah jalur keluar masuk energi baik dan rezeki. Jika terhalang tubuh manusia, aliran ini akan terganggu.
Beberapa orang juga percaya bahwa roh leluhur atau makhluk gaib yang lewat bisa terganggu jika pintu terhalang.
Di Jepang, ada kepercayaan mirip, di mana posisi duduk di ambang pintu dianggap membawa kesialan karena menghalangi keberuntungan.
Di Filipina, larangan duduk di depan pintu lebih dikaitkan dengan keamanan. Mereka percaya posisi ini membuat penghuni rumah rentan terhadap roh jahat.
Menurut ahli feng shui, pintu rumah adalah “mulut chi” atau sumber masuknya energi kehidupan. Duduk di depan pintu bisa mengganggu sirkulasi energi tersebut.
Di sisi logis, duduk di depan pintu juga bisa membahayakan. Orang yang keluar masuk rumah bisa tersandung atau terhalang.
Baca Juga: Antara Mitos dan Fakta, Kejatuhan Kotoran Cicak Menurut Primbon Jawa
Selain itu, di masa lalu, rumah sering punya pintu kecil. Duduk di sana bisa membuat seseorang terkena benturan saat orang lain masuk.
Cerita larangan ini akhirnya diwariskan turun-temurun, bercampur antara alasan mistis dan alasan praktis.
Orang tua memanfaatkannya untuk mendidik anak-anak agar menjaga tata krama dan tidak menghalangi orang.
Di beberapa desa di Indonesia, mitos ini masih sangat dipercaya dan dianggap pamali.
Meski begitu, generasi muda sekarang lebih melihatnya sebagai etika rumah tangga ketimbang ancaman mistis.
Tetap saja, sebagian orang memilih untuk tidak duduk di depan pintu demi menghormati tradisi keluarga.
Alasannya sederhana: lebih baik mematuhi daripada menanggung rasa tidak enak hati atau teguran dari orang tua.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana budaya dan kebiasaan sehari-hari bisa membentuk perilaku masyarakat.
Jadi, duduk di depan pintu memang bukan bencana, tapi bisa mengundang teguran dan bikin suasana rumah jadi kurang nyaman.
Kalau mau aman, pindah saja ke kursi atau tikar yang tidak menghalangi pintu. Nyaman, aman, dan tetap sopan.
Bagaimana menurut kamu, ini mitos atau aturan rumah yang masuk akal?
(rm)
Editor : Priska Watung