Senyum memang sederhana, tapi ternyata punya rahasia mendalam di mata kita.
Ekspresi ini disebut Duchenne smile, yang menunjukkan kebahagiaan sejati lewat otot mata dan pipi.
Menurut Verywell Mind, Duchenne smile itu melibatkan otot pipi dan mata—muncul keriput di sudut mata saat tersenyum tulus, tanda emosi positif yang nyata.
Ilmu ini bukan baru: kata Guillaume Duchenne, cendekiawan abad ke-19, gerakan otot itu tak bisa dipalsukan begitu saja.
Di dunia psikologi, smiles dibagi dua: Duchenne (tulus) dan non-Duchenne (asal-asut).
Jika senyum cuma di bibir, biasanya itu non-Duchenne alias senyum sopan.
Tapi senyum dengan mata—itu yang benar-benar dari hati, dan bikin orang lain merasa nyaman.
Penelitian juga bilang senyum semacam itu memberi manfaat psikologis seperti lebih bahagia dan empati meningkat.
Bahkan review studi dari 2010–2023 menemukan Duchenne smile berkaitan dengan rasa harapan, bahagia, dan ketenangan.
Baca Juga: Bukan Mitos! Cuma Ubah Pola Pikir Jadi Optimis, Umurmu Bisa Bertambah 10 Tahun!
Lebih keren lagi, senyum ini membuat siswa lebih terbuka menerima umpan balik dari guru.
Di sisi komunikasi, senyum tulus juga bikin kita terasa lebih dekat secara psikologis dengan orang lain.
Bayangkan, senyum itu kayak jembatan kecil yang membuat kita merasa lebih akrab sama teman.
Cukup sulit memaksakan Duchenne smile tanpa benar-benar merasa bahagia, meski beberapa orang bisa belajar melakukannya.
Nah, senyum seperti ini ternyata bisa mendatangkan manfaat juga: meningkatkan mood, menurunkan stres, bahkan mengundang senyum balik dari orang lain.
Jadi ya, menahan senyum bukan ide bagus—kalau bisa tersenyum tulus, kenapa tidak?
Saat kamu tersenyum dengan mata, tanpa sadar kamu juga memberi sinyal positif ke otakmu sendiri.
Ini juga bisa membantu hubungan sosial—teman-teman jadi lebih nyaman dekat sama kamu.
Guru atau orang tua di sekolah pun biasanya lebih ramah kalau kita menunjukkan senyum yang tulus.
Tapi ingat, bukan berarti dipaksakan terus. Lebih baik biarkan senyum itu muncul alami, saat kamu benar-benar merasa senang.
Kuncinya adalah menemukan hal-hal yang membuatmu merasa bahagia secara tulus—bisa dari permainan, teman, atau hobi.
Coba deh lihat dirimu di cermin saat kamu senyum lepas, perhatikan mata dan pipi kamu ikut “ikut” bergerak.
Semakin sering kamu merasakan senyum tulus, pikiranmu pun makin positif setiap hari.
(at)
Editor : Priska Watung