Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Game Third Person Makin Populer, Wardeka Jadi Harapan Lokal di Tengah Raksasa Dunia

Priska Watung • Senin, 25 Agustus 2025 | 18:15 WIB

game tps star wars: Outlaws
game tps star wars: Outlaws

Game dengan sudut pandang orang ketiga atau third person semakin mendominasi industri hiburan interaktif. Genre ini dianggap mampu menghadirkan pengalaman imersif sekaligus visual yang dramatis.

Menurut IGN, salah satu rilisan besar yang menegaskan dominasi genre ini adalah Star Wars: Outlaws dari Ubisoft. Game ini mengajak pemain menjelajahi dunia luar angkasa dengan sudut pandang yang luas dan penuh detail.

Tidak hanya soal visual, game third person juga digemari karena kemampuannya menggabungkan aksi, cerita, dan eksplorasi. Pemain bisa benar-benar merasakan menjadi bagian dari dunia yang mereka mainkan.

PC Gamer menyoroti Hellblade II: Senua’s Saga, yang disebut sebagai salah satu third person action-adventure paling sinematis di tahun 2025. Game ini menggabungkan seni visual kelas tinggi dengan narasi psikologis yang mendalam.

Sementara itu, Polygon menulis bahwa Rise of the Ronin dari Team Ninja menjadi angin segar bagi pecinta aksi samurai. Dengan combat yang intens dan dunia terbuka, game ini menunjukkan fleksibilitas genre third person.

Kesuksesan game-game besar ini menjadi gambaran bahwa third person kini bukan sekadar pilihan, melainkan standar baru di industri game global.

Menariknya, tren ini juga mulai menginspirasi para developer lokal Indonesia. Salah satunya adalah game Wardeka, yang belakangan makin sering diperbincangkan komunitas gamer Nusantara.

Wardeka adalah game buatan anak bangsa yang juga menggunakan perspektif third person. Meski masih dalam tahap pengembangan, Wardeka sudah mendapat perhatian berkat konsep dunia fantasi dan gameplay yang ambisius.

Game ini digadang-gadang bisa menjadi “pintu gerbang” Indonesia menuju pasar game global, terutama di genre yang sedang naik daun ini.

Banyak gamer lokal berharap Wardeka bisa bersaing, atau setidaknya menjadi representasi bahwa Indonesia juga bisa membuat game dengan kualitas internasional.

Dari sisi gameplay, third person memungkinkan Wardeka memperlihatkan detail dunia yang mereka bangun. Hal ini mirip dengan bagaimana game AAA menampilkan karakter dan lingkungannya secara sinematis.

Dengan sudut pandang kamera di belakang karakter, Wardeka berpotensi memberi pengalaman eksplorasi dunia fantasi yang lebih luas.

Tidak hanya itu, Wardeka juga bisa memanfaatkan popularitas third person untuk menarik pasar yang sudah terbiasa dengan game seperti Star Wars: Outlaws atau Rise of the Ronin.

Industri game Indonesia sendiri semakin berkembang. Menurut data Asosiasi Game Indonesia, jumlah developer lokal meningkat signifikan dalam lima tahun terakhir.

Wardeka bisa jadi momentum untuk membuktikan bahwa game lokal tak kalah dengan karya dari luar negeri.

Apalagi, pemain Indonesia dikenal setia mendukung produk dalam negeri. Jika kualitas Wardeka terus ditingkatkan, bukan tidak mungkin game ini jadi sorotan internasional.

Dengan tren global third person yang semakin kuat, Wardeka hadir di waktu yang tepat. Genre ini terbukti mampu menjangkau pasar luas, dari gamer kasual hingga hardcore.

Sebagaimana ditulis PC Gamer soal Hellblade II, third person bukan hanya soal gameplay, tetapi juga medium bercerita. Wardeka punya peluang untuk mengangkat kisah khas Indonesia dengan cara modern.

Perjalanan Wardeka masih panjang, tapi langkah kecil ini bisa menjadi sejarah baru bagi dunia game Indonesia.

Baca Juga: Bosan Bahagia Aja? Coba ‘Hidup Psikologis Kaya’, Ini Alasannya Kenapa!

Mungkin suatu hari, nama Wardeka bisa sejajar dengan game third person besar dunia. Dan itu akan jadi kebanggaan tersendiri bagi gamer Indonesia.

(at)

Editor : Priska Watung
#third person #game lokal #Outlaws #Hellblade 2 #Wardeka #Rise of the Ronin