Advetorial Artis Dan Hiburan Berita Daerah Berita Utama Cover Story COVID-19 Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Lifestyle & Teknologi Nasional Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Sport Teropong

Kuliah Bikin Galau? 12 Minggu Main Badminton Bikin Tidur Nyenyak dan Pikiran Jadi Tenang!

Priska Watung • Jumat, 29 Agustus 2025 | 09:50 WIB

Photo
Photo
GORONTALOPOST - Mahasiswa sering mengeluh soal kuliah yang bikin stres. Mulai dari tugas menumpuk, jadwal padat, sampai pikiran yang susah tenang. Tapi ternyata, ada cara simpel yang bisa jadi solusi.

 

Olahraga badminton terbukti bukan hanya bikin badan sehat, tapi juga bisa bantu pikiran lebih rileks. Bahkan, tidur jadi lebih nyenyak hanya dengan rutin main beberapa kali seminggu.

 

Menurut sebuah studi yang dipublikasikan di Frontiers in Psychology, mahasiswa yang mengikuti program olahraga badminton selama 12 minggu mengalami penurunan tingkat stres yang signifikan. Mereka juga melaporkan kualitas tidur yang lebih baik.

 

Kenapa badminton bisa begitu ampuh? Alasannya karena olahraga ini termasuk aktivitas aerobik. Saat tubuh bergerak, otak akan melepas hormon endorfin yang bikin suasana hati lebih bahagia.

 

Selain itu, badminton juga melibatkan interaksi sosial. Saat bermain dengan teman, kita bukan hanya berkeringat, tapi juga tertawa dan berbagi energi positif. Inilah yang membuat pikiran terasa lebih ringan.

 

Bermain badminton secara rutin juga bisa membantu mengatur pola tidur. Setelah tubuh bergerak aktif, rasa lelah yang sehat muncul dan akhirnya memudahkan untuk tidur lebih cepat.

 

Penelitian lain dari Sleep Foundation menyebutkan bahwa olahraga teratur bisa mengurangi gejala insomnia. Efeknya lebih terasa jika olahraga dilakukan secara konsisten dalam jangka panjang.

 

Bayangkan, hanya dengan 12 minggu rutin main badminton, mahasiswa bisa merasakan perbedaan besar dalam mood dan kualitas tidur mereka. Hasil ini tentu lebih menyenangkan daripada terus bergelut dengan stres kuliah.

 

Kualitas tidur yang baik sangat penting bagi mahasiswa. Saat tidur nyenyak, otak bisa memproses informasi dengan lebih maksimal. Itu artinya, belajar jadi lebih efektif.

 

Selain soal tidur, stres yang menurun juga membuat mahasiswa lebih fokus dalam kuliah. Pikiran yang tenang membantu mereka menghadapi ujian tanpa terlalu panik.

 

Badminton juga melatih konsentrasi karena pemain harus fokus pada pergerakan lawan dan shuttlecock. Kebiasaan ini secara tidak langsung melatih otak untuk tetap waspada dan tajam.

 

Tak heran kalau banyak kampus di luar negeri mulai memasukkan olahraga ini ke dalam program kesehatan mahasiswa. Tujuannya jelas, agar mahasiswa tidak hanya pintar secara akademis, tapi juga sehat mental.

 

Di Indonesia sendiri, badminton bukan olahraga asing. Hampir semua orang pernah mencoba memainkannya, baik di lapangan maupun di halaman rumah.

Dengan kemudahan akses ini, mahasiswa sebenarnya bisa mulai membentuk kebiasaan sehat tanpa harus keluar biaya mahal. Cukup ajak teman kos atau tetangga, maka manfaatnya bisa langsung dirasakan.

 

Apalagi, badminton bisa dimainkan dengan santai maupun serius. Tidak perlu jadi atlet untuk merasakan manfaat psikologisnya.

 

Kesehatan mental kini jadi isu penting di kalangan anak muda. Stres yang berlebihan sering membuat mahasiswa mengalami kelelahan emosional atau burnout.

 

Karena itu, olahraga ringan tapi menyenangkan seperti badminton bisa jadi solusi nyata. Tidak hanya menjaga fisik, tapi juga memperkuat mental.

 

Olahraga ini juga bisa jadi sarana untuk bersosialisasi. Mahasiswa yang mungkin merasa kesepian bisa mendapatkan teman baru lewat permainan sederhana.

 

Rasa kebersamaan dalam satu tim atau pasangan main bisa menambah dukungan sosial. Dukungan inilah yang berperan penting dalam menjaga kesehatan mental.

 

Jadi, bagi mahasiswa yang sering galau karena kuliah, jangan ragu untuk mencoba badminton. Cukup 12 minggu rutin bermain, tidur jadi lebih nyenyak dan pikiran lebih tenang. (hand)

Editor : Priska Watung
#MAHASISWA #stres #psikologi #badminton #OLAHRAGA #TidurNyenyak